Itu dia kisah Nabi Zakaria a.s. yang bisa kita teladani dan kita petik hikmahnya. Nabi Zakaria a.s. tidak mengenal lelah dalam berdakwah untuk kaumnya yang sering memberontak. Apabila beliau menghadapi kesulitan, ia adukan semuanya kepada Allah Swt. Selain tak kenal lelah dalam berdakwah, Nabi Zakaria a.s. juga tak putus asa meminta keturunan.
Ia melanjutkan, sebagai wanita yang cerdas dan berakal, Saudah memilih memberikan hadiah kepada Aisyah yakni bermalam di rumahnya. Jadi malam harinya Saudah diberikan kepada Aisyah. Keesokan harinya usai malam tersebut, Aisyah sedang membuat adonan kue. Akhirnya Aisyah menawarkan adonan tersebut kepada Saudah, namun Saudah tidak mau.
Hadis tentang Perlakuan Rasulullah ﷺ kepada Istrinya: Wujudkan cinta menjadi tindakan. 7. `Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ akan memberinya bejana minum, ketika dia sedang menstruasi, kemudian dia akan mencari tempat di mana dia meletakkan bibirnya dan meletakkan bibirnya bibir di tempat yang sama.” (HR An-Nasa’i dan disahkan oleh
Menurutnya, para suami harus berusaha memilih respon yang tepat saat istri sedang cemburu. Misalnya memilih diam saat ia sedang mengomel, atau menenangkannya agar cemburunya mereda dan suasana hatinya berubah menjadi ceria. Coba kita tiru bagaimana akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi ibunda ‘Aisyah saat ia memecahkan
Artinya, “Sesungguhnya Nabiyullah Ayub ‘alaihissalam berada dalam ujiannya selama 18 tahun. Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya.”. Allah berkehendak menurunkan ujian kepada hamba-Nya.
.