| Λаπεпожኸ նелεሥθтенο | Мо ዔαሂո аλጺцዶρ |
|---|
| Мофኖ խկαмаμуςէц кузаዴонор | Нуኧихяκυгя е |
| Нтըжоψω ирсոςጥсխ оγጰзаቅеዛ | Բաсιչюդոβ итвиςуձա դኦζ |
| Τик ат ςωտοπ | Крο суфωдէ |
Berikutini nilai dari budaya asing yang baik untuk ditiru adalah. Question from @085343565760 - Sekolah Menengah Atas - Ips. taeyounxoel94 Sikap yang ulet, tekun, pekerja keras, tidak mudah putus asa, memiliki semangat kerja yang tinggi, kreatif.. 5
Home/BANK SOAL/Budaya asing yang dapat ditiru adalah budaya yang? BANK SOAL January 12, 2023 Less than a minute Budaya asing yang dapat ditiru adalah budaya yang? bertentangan dengan kepribadian bangsa sesuai dengan kepribadian bangsa sesuai dengan selera kita menjadi tren masa kini Semua jawaban benar Jawaban B. sesuai dengan kepribadian bangsa. Dilansir dari Ensiklopedia, budaya asing yang dapat ditiru adalah budaya yang sesuai dengan kepribadian bangsa.
Budayaasing adalah budaya yang berasal dari negara luar dan bersifat mendominasi suatu zaman yang dapat dengan mudah mempengaruhi individu, kelompok
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pengaruh Budaya Asing Terhadap IndonesiaKebudayaan mencakup pengertian sangat luas. Kebudayaan merupakan keseluruhan hasil kreativitas manusia yang sangat kompleks, didalamnya berisi struktur-struktur yang saling berhubungan, sehingga merupakan kesatuan yang berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan. Kebudayaan adalah sebagai sistem, artinya kebudayaan merupakan satuan organis, dan rangkaian gejala, wujud dan unsur-unsur yang berkaitan satu dengan yang lain Widiarto, 2009 10. Menurut pendapat saya budaya asing adalah budaya dari luar daerah atau luar negara yang masuk ke suatu daerah dan ditiru oleh masyarakat dalam daerah itu sehingga terjadi asimilasi dan akulturasi antara budaya luar dan budaya lokal. Faktor-faktor yang menyebabkan masuknya budaya asing ke Indonesia yang pertama adalah letak geografis Indonesia yang menjadikan Indonesia memiliki wilayah yang strategis sehingga menjadi jalur pelayaran dan perdagangan dunia. Selain berdagang tujuan mereka juga untuk menyebarkan agama dan kebudayaan sehingga menambah keberagaman kebudayaan di yang kedua adalah budaya asing juga masuk akibat era globalisasi. Globalisasi turut mengubah perilaku dan kebudayaan bangsa Indonesia yang cenderung berperilaku ke barat-baratan, dampak globalisasi akibat pengaruh asing contohnya dibidang IPTEK bangsa Indonesia dituntut untuk mengikuti kemajuan iptek agar tidak ketinggalan zaman sehingga kebudayaan asing dengan mudah dan cepat masuk ke yang ketiga yaitu banyaknya bangsa asing yang masuk ke Indonesia dengan tujuan berwisata bahkan ada yang menetap dan menjadi penduduk Indonesia. Akan tetapi meskipun sudah menjadi penduduk Indonesia mereka masih menggunakan kebudayaannya sendiri sehingga berpengaruh terhadap budaya lokal yang menyebabkan terjadinya percampuran antara budaya asing dan budaya yang keempat adalah penjajahan dimasa lampau. Pada masa lampau Indonesia banyak dijajah oleh bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Inggris dan Jepang. Selama penjajahan mereka telah menanamkan kebudayaannya kepada masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia banyak yang meniru budaya asing tanpa memilih mana yang baik dan mana yang buruk mereka hanya mengikuti tren budaya asing terutama para remaja yang cenderung meniru budaya asing yang dianggap keren dan modern sementara budayanya sendiri dianggap jadul dan ketinggalan budaya asing yang ditiru oleh masyarakat Indonesia adalahCara berpakaian yang cenderung terbuka seperti berbagai jenis long dress short dress dengan berbagai model, berbagai jenis celana seperti jean Levi's, pakaian jas pria, jenis jaket dan sweater dan lain sebagainya. 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Jermanberbatasan langsung dengan 9 negara Eropa yaitu Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Prancis, Luksemburg, Belanda, Swiss, dan Polandia. Lokasi Jerman yang berbatasan dengan banyak negara tersebut ikut mempengaruhi beragamnya budaya Jerman hingga saat ini. Menurut World Factbook, Jerman adalah negara terpadat ke-2 setelah Rusia
Budaya Asing yang perlu ditiru adalah? Individualisme Egoisme Fanatisme Disiplin Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah D. Disiplin. Dilansir dari Ensiklopedia, budaya asing yang perlu ditiru adalah Disiplin. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Individualisme adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. Egoisme adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban C. Fanatisme adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban D. Disiplin adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah D. Disiplin. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.
Adapunpengakuan yang sah sendiri, bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia baru didapat pada 2 Oktober 2009. Reog Ponorogo. Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa Reog Ponorogo merupakan budaya asli dari Ponorogo, Jawa Tengah, Indonesia. Meski begitu, tetep saja Malaysia menklaim bahwa Reog Ponorogo merupakan
Ditta Alfianto/pexels Kunci jawaban materi PPKn kelas 8 SMP, Kurikulum Merdeka, cara tepat mempelajari budaya asing tanpa menyingkirkan budaya nasional. - Di era globalisasi, teman-teman pasti tidak bisa menghindari teknologi dan pengaruh budaya asing. Tentu pengaruh ini tidak selalu negatif dan tetap ada pengaruh positifnya. Jadi, yang kita lakukan adalah mengambil pengaruh positifnya untuk memperkaya wawasan. Lalu, bagaimana caranya mempelajari budaya asing tanpa mengabaikan budaya nasional, ya? Pembahasan tersebut akan diketahui dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka, Bab 5 Jati Diri Bangsa dan Budaya Nasional. Tepatnya materi Kebudayaan Nasional dan Tantangan Era Globalisasi pada halaman 118. Nantinya kita akan mengerjakan soal dan menemukan kunci jawabannya. Namun, sebelum menemukan kunci jawabannya, teman-teman dapat menyimak materinya secara singkat terlebih dahulu. Penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan mempertimbangkan kearifan lokal agar budaya nasional tetap terjaga. Oleh karena itu, manfaatkanlah teknologi secara positif untuk menjaga nilai budaya nasional di masa depan. Selain itu, kita juga harus menyaring budaya asing yang masuk dan menyesuaikannya dengan kepribadian bangsa. Baca Juga Apa Solusi yang Bisa Dilakukan agar Budaya Nasional Lebih Banyak Diminati Generasi Muda? Materi PPKn Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Difusiadalah salah satu bentuk penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lainnya. Penyebaran ini biasanya dibawa oleh sekelompok manusia yang melakukan migrasi ke suatu tempat. Sehingga kebudayaan mereka turut melebur di daerah yang mereka tuju. Menurut antropolog W.A. Haviland, difusi adalah penyebaran kebiasaan atau
Pengertian Budaya Asing Sebelum membicarakan secara khusus masalah kebudayaan Asing, akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian kebudayaan/budaya. Dengan memahami pengertian kebudayaan, maka akan diperoleh pengetahuan dasar mengenai kebudayaan dengan pemikiran-pemikiran teori dan disiplin-disiplin ilmu budaya lainnya. Namun selangkah lebih awal, penulis membicarakan secara singkat mengenai gagasan yang mendasar daripada arti budaya itu sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang begitu sering membicarakan soal kebudayaan. Juga dalam kehidupan sehari-hari, orang atau masyarakat tak mungkin tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan. Masyarakat yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Dengan demikian, tak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya. Untuk memahami suatu kebudayaan maka kita perlu memahami apa itu kebudayaan. Kebudayaan itu ibarat sebuah lensa, bayangkan jika kita memakai lensa untuk meneropong sesuatu maka kita akan memilih satu fokus tertentu, dari fokus itulah kita akan membidik objek dengan tepat. Objek itu bisa manusia atau binatang, benda atau sebuah gagasan, termasuk gagasan tempat tentang dunia sekeliling. Maka dari itu apabila kita memandang sesuatu dari sudut pandang kebudayaan maka kita menjadikan kebudayaan sebagai sebuah lensa, artinya sebuah pandangan yang tepat dan kebudayaan mengajarkan kepada kita untuk memandang sesuatu secara terfokus, secara tajam. Kata “kebudayaan” berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak kata “buddhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.[1] Seorang antropolog yaitu Tylor pernah mencoba memberikan definisi mengenai kebudayaan sebagai berikut Kebudayaan adalah komplek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan mencakup kesemuanya yang di dapatkan atau di pelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.[2] Dengan kata lain, kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang di pelajari dari pola-pola prilaku yang normatif. Artinya, mencakup segala cara-cara atau pola-pola berfikir, merasakan dan bertindak. Budaya juga merupakan suatu komunitas rasial, etnik, regional, ekonomi, atau sosial yang memperlihatkan pola prilaku yang membedakannya dengan struktur-struktur lainnya dalam suatu budaya atau masyarakat yang melingkupinya.[3] Oleh karena itu kebudayaan meliputi semua hasil cipta, karsa yang terwujud kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan, keagamaan, dan sebagainya.[4] Dengan hasil kebudayaan manusia, maka terjadilah pola kehidupan, dan pola kehidupan inilah yang menyebabkan mareka hidup bersama dan dengan pola kehidupan ini pula dapat mempengaruhi cara berfikir dengan gerak sosial. Dari definisi kebudayaan sebagaimana yang telah di kemukakan di atas, maka dapat diketahui beberapa kesamaannya, yakni pertama, kebudayaan hanya dimiliki oleh manusia kedua, kebudayaan yang dimiliki manusia itu di turunkan melalui proses belajar dari tiap-tiap individu dalam masyarakat; ketiga, kebudayaan merupakan pernyataan perasaan dan pikiran manusia. Budaya asing atau kebudayaan asing adalah terdiri dari dua kata yang telah dirangkai menjadi satu istilah yaitu budaya dan asing. Menurut bahasa budaya artinya, pikiran, akal budi, atau adat istiadat. Sedangkan asing berarti aneh, belum biasa atau datang dari luar daerah, negara, lingkungan.[5] Sedangkan yang dimaksud dengan budaya asing adalah budaya regional dan global dengan muatannya berupa nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang selama ini di anut oleh masyarakat pada suatu daerah setempat, yang masuk melalui berbagai media, pergaulan, wisata dan lain sebagainya. Adapun yang dimaksud dengan kebudayaan Asing disini adalah budaya atau nilai-nilai yang lahir dalam suatu komunitas masyarakat yang dianggap aneh atau belum ada dalam masyarakat Meurubo atau ajaran Islam sebelumnya seperti pola budaya hubungan yang serba bebas antara lawan jenis, model pakaian yang tidak mengindahkan batas-batas aurat, tingkah laku kekerasan, gambar-gambar porno, dan sebagainya. Hal diatas merupakan budaya-budaya bangsa luar yang telah berkembang di negara-negara Islam sekarang ini, budaya ini identik dengan budaya orang-orang Barat yang datang ke Indonesia umumnya atau Aceh pada khususnya, baik secara langsung seperti datangnya orang-orang asing maupun secara tidak langsung melalui TV, Parabola, Internet dan lain sebagainya. Budaya asing atau yang lebih dikenal dengan budaya bangsa Barat yaitu Amerika, Eropa dan lain sebagainya. Merupakan budaya yang telah masuk dan berkembang di negara-negara Timur atau negara Islam sekarang ini. Budaya mareka bisa saja bersifat negatif dan bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam yang bisa merusak tatanan budaya ataupun adat istiadat masyarakat. Dalam perkembangan budaya di Indonesia, budaya Barat semakin semarak tumbuh dan berkembang dalam pola hidup bermasyarakat. Nilai-nilai hidup bermasyarakat yang telah berkembang menjadi rusak dan tatanan masyarakat yang dulunya lebih sistematis dengan aturan-aturan yang ditetapkan sebagai suatu sistem kontrol adalah murni berpegang kepada ajaran Islam. Ketika hal ini berhasil dipengaruhi oleh budaya barat, maka inilah yang menjadi awal rusaknya ibadah dan akidah masyarakat Islam. [1] Soerjono Soekanto “Sosiologi Suatu Pengantar” Jakarta, Rajawali Pers, hal. 172. [3] Dr. Deddy Mulyana, MA, dan Drs. Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Antar Budaya,Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Yang Berbeda Budaya, Bandung Remaja Rodakarya, 2005, [4] Drs. H. Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta Rineka Cipta, 2003, hal. 51. [5] [5] WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta Balai Pustaka, 1976,
Udahgak asing lagi buat kita kalau mendengar segala kehebatan soal Negeri Sakura ini. Mulai dari teknologi, etika, budaya, dan sebagainya. Berikut ini adalah cerita mengenai kebiasaan orang Jepang yang penulis alami sendiri sewaktu student exchange di Jepang, 1 tahun yang lalu. 1. Budaya mengantre di Jepang.
Berbagai perusahaan multinasional telah melebarkan sayapnya di Indonesia, jadi tak salah kalau budaya kerja baru pun bermunculan. Makanya, saat bekerja dengan budaya luar, sebaiknya pelajari dulu etika pentingnya. Seperti yang kita tahu, setiap negara memiliki budaya kerja yang berbeda dari kebiasaan di Indonesia. Jika kamu akan atau sedang bekerja di perusahaan multinasional, mengetahui etika-etika ini akan membantumu beradaptasi dengan cepat. Makanya, Glints sudah rangkum 10 etika penting ketika bekerja dalam budaya luar negeri. Etika Bekerja dengan Budaya Luar 1. Pelajari budaya asing terlebih dahulu © Menurut Chron, hal pertama yang perlu kamu lakukan sebelum bekerja dengan rekan kerja beda budaya adalah dengan mempelajari budayanya terlebih dahulu. Cari tahu dan pelajari cara menyapa satu sama lain serta frasa yang umum digunakan. Misalkan di Jepang, saat menyapa atau menyelesaikan meeting, harus berjabat tangan atau menundukkan badan. Hal ini agar memastikan kamu tidak melakukan sesuatu yang menyinggung orang lain, terlebih dalam konteks bisnis. 2. Bersikap sensitif © Etika selanjutnya yang perlu kamu lakukan ketika bekerja dengan budaya asing adalah bersikap sensitif terhadap budaya mereka. Hindari membuat candaan yang ditujukan ke satu budaya dan jangan menertawakan aksen atau gaya berpakaian rekan kerja dari negara lain. Hal ini tidak hanya dekat dengan sikap bullying, tapi juga sesuatu yang sangat tidak sopan dan membuat orang lain tak mau melanjutkan hubungan profesional denganmu lagi. 3. Tepat waktu © Menurut SAP Concur, setiap budaya memiliki standar ketepatan waktunya masing-masing. Sebagai contoh, di Jerman dan Jepang, sebuah meeting akan berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Sementara di negara lain, meeting biasanya mulai dan selesai lebih lambat dari yang ditentukan. Namun, di budaya luar maupun dalam, selalu datang tepat waktu adalah kewajiban dan juga sebuah etika penting ketika bekerja. 4. Bertanya apabila ada yang tidak dimengerti © Jika ada beberapa hal yang kamu tidak mengerti atau ragu mengenai bagaimana mempraktikkan sesuatu dalam konteks budaya asing, sebaiknya bertanya ke orang yang mengerti. Jangan malu dan segan untuk bertanya ke orang yang memang berasal dari budaya tersebut. Mereka akan sangat mengapresiasi tindakanmu. 5. Memperkenalkan diri adalah hal yang serius © Menganggap serius bagaimana memperkenalkan diri dengan baik adalah salah satu etika ketika bekerja dengan budaya luar. Mengetahui nama setiap orang yang terlibat dan jabatan yang dipegangnya dapat memastikan hubungan baik terjalin. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu bentuk respek terhadap orang lain dan tentunya akan membuatmu dicap sebagai seseorang yang profesional. 6. Tidak pulang lebih awal © Berlaku ketika kamu diundang sebuah ke event, ada baiknya kamu tidak pulang lebih awal dari pihak yang mengundangmu. Apabila pulang lebih awal, kamu bisa dianggap tidak menghargai host. Lebih baik berbaur dengan tamu-tamu lain terlebiih dahulu untuk menambah koneksimu. Setelah acara selesai dan tamu-tamu lain siap meninggalkan event, barulah kamu pulang juga. 7. Memberi hadiah © Menurut Expatica, memberi hadiah kepada rekan kerja dari negara lain dapat menjadi sebuah etika yang berlaku di perusahaanmu. Sebagai contoh, di beberapa negara seperti Jepang atau Filipina, memberikan hadiah adalah budaya khas yang selalu dlakukan dan bahkan menjadi sebuah keharusan. Namun bagi orang-orang dari Australia atau negara-negara di Afrika, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk suap. Oleh karena itu, seperti poin pertama, pelajari terlebih dahulu budaya dan etika-etika luar yang berlaku sebelum mulai kerja. 8. Pelajari gaya komunikasi © Mempelajari gaya komunikasi setiap budaya adalah sebuah bentuk etika yang perlu kamu lakukan sebelum dan saat bekerja di perusahaan dengan budaya luar. Setiap budaya memiliki cara berbeda untuk menyambut rekan kerjanya. Sebagai contoh, di Jepang, ada baiknya kamu menundukkan kepala sambil berjabat tangan. Mempelajari hal ini dan tidak membuatnya menjadi bahan bercandaan dapat membuatmu terlihat sebagai orang yang penuh rasa hormat dan profesional. 9. Bersosialisasi di luar kantor © Di beberapa negara Asia, bersosialisasi di luar kantor adalah hal yang penting untuk membangun rasa kebersamaan dan kepercayaan. Setidaknya, kamu akan diajak untuk menghadiri makan malam dengan atasan atau rekan kerja. Partisipasi kamu bahkan dapat menjadi penilaian apakah kamu dapat dipercaya untuk urusan bisnis. Tentunya, mengikuti ajakan mereka adalah bentuk etika ketika bekerja dengan budaya asing. 10. Gunakan business card © Di beberapa negara, memberikan orang lain business card ketika berkenalan adalah sebuah simbol dan representasi dirimu. Oleh karena itu, ketika menerima kartu nama saat bertemu rekan kerja dari kantor cabang luar, lebih baik kamu membacanya di depan mereka. Hal ini menjadi tanda bahwa kamu menghargai mereka. Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang etika ketika bekerja dengan budaya luar. Semoga kamu tidak lagi kebingungan setelah membaca artikel ini, ya. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak seputar etika dan tips di tempat kerja, kamu bisa mengunjungi Glints Blog. Ada beragam artikel di Glints Blog yang dapat menjawab pertanyaan kamu seputar etika dunia kerja, lho. Contohnya 10 Etika yang Penting untuk Diterapkan saat Makan di Tempat Kerja 10 Etika Penting saat Melakukan Perjalanan Bisnis 6 Etika Media Sosial yang Wajib Diketahui Pekerja 6 Etika saat Menghubungi Teman Kantor di Luar Jam Kerja Temukan artikel-artikel lainnya yang membantu kamu untuk sukses di dunia kerja dengan klik di sini! Business Etiquette When Working With Other Cultures 6 things you need to know about international business etiquette Global business etiquette
. j1mqvz9viy.pages.dev/43j1mqvz9viy.pages.dev/315j1mqvz9viy.pages.dev/42j1mqvz9viy.pages.dev/84j1mqvz9viy.pages.dev/429j1mqvz9viy.pages.dev/298j1mqvz9viy.pages.dev/216j1mqvz9viy.pages.dev/49
budaya asing yang perlu ditiru adalah