Denganbegitu admin perpustakaan online mencoba menjelaskan beberapa tarian tradisional yang ada di Sulawesi Barat. Daftar Isi Tarian Tradisional Sulawesi Barat : 1. Tari Bulu Londong. 2. Tari Map Pande Banua (Macceraq Banua). 3. Tari Pattudu. 4. Tari Salabose Daeng Poralle. 5. Tari Bamba Manurung. 6. Tari Toerang Batu. 7. Tari Sayyang Pattuqduq. Tarian Sulawesi Tenggara – Seperti yang diketahui Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki berbagai macam kesenian yang muncul dan terus berkembang hingga sekarang. Kesenian tersebut berkembang sesuai dengan unsur-unsur budaya yang melekat pada daerah setempat. Dari banyaknya kesenian yang dimiliki, salah satu kesenian yang cukup menarik perhatian dari provinsi Sulawesi tenggara adalah seni tari. Jika ditelusuri ternyata ada banyak sekali tarian yang dimiliki oleh daerah ini yang mana memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda-beda. Nah untuk lebih jelas dan tahu apa saja tarian khas Sulawesi Tenggara. Berikut ini akan disajikan beberapa ulasan terkait tarian tradisional khas Provinsi Sulawesi Tenggara yang perlu diketahui, antara lain. Macam Macam Tarian Sulawesi Tenggara1. Tari Tari Tari Tari Tari Tari Tari Tari Tari Dinggu. Macam Macam Tarian Sulawesi Tenggara 1. Tari Mangaru. Tari Mangaru merupakan salah satu tarian khas dari Sulawesi Tenggara yang sudah sangat populer. Tari ini berasal dari daerah Sulawesi Tenggara yakni tepatnya di Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Tarian tradisional Sulawesi Tenggara ini menggambarkan keberanian laki-laki pada zaman penjajahan atau di medan peperangan. Jika dijabarkan sedikit tari ini menceritakan tentang dua laki-laki ketika berada di medan peperangan. Para penari pun merasakan gerakan-gerakan yang menunjukkan kedua laki-laki yang saling beradu kekuatan dengan menggunakan keris yang dipegangnya. Hampir sama dengan tarian pada umumnya, Tari Mangaru ini juga diiringi dengan musik tradisional khas Sulawesi Tenggara. Biasanya tari ini dipertunjukkan dalam berbagai acara-acara penting yang mengikutsertakan masyarakat setempat. 2. Tari Umoara. Tarian Sulawesi Tenggara dan penjelasannya selanjutnya adalah tari Umoara. Tari Umoara ini merupakan salah satu tarian tradisional khas Sulawesi tenggara yang dipakai untuk menyambut tamu agung. Selain itu tari Umoara ini juga dipertunjukkan ketika upacara pelantikan seorang raja. Hampir sama dengan Mangaru, tari ini juga merupakan tarian perang di Sulawesi Tenggara. Sehingga tidak heran jika tarian ini mempertontonkan kewaspadaan, ketangkasan, menyerang musuh dan juga membela diri dalam sebuah peperangan. Baca Juga Pakaian Adat Sulawesi Tenggara 3. Tari Malulo. Selain Tari Mangaru, kesenian tari yang juga identik dengan Sulawesi Tenggara adalah Tari Malulo. Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Sulawesi Tenggara tentu sudah tidak asing dengan tarian tradisional Sulawesi Tenggara yang satu ini. Tari Lula atau yang biasa dikenal dengan nama Tari Malulo ini pada awalnya merupakan tarian sakral yang penuh dengan makna dan filosofi. Namun dalam perkembangannya tari Malulo ini sudah menjadi tarian rakyat yang bisa dilakukan dalam berbagai macam acara baik acara resmi ataupun acara umum. Perlu diketahui, Tari Malulo ini sangat digemari oleh para suku bangsa Tolaki yang mana akan ditarikan pada saat peristiwa tertentu. Misalnya ketika usai panen atau banyak terjangkit penyakit menular, suku bangsa Tolaki akan menarikan tarian ini. Tarian ini juga sering ditarikan ketika menjelang musim panen untuk menghormat para dewi panen. 4. Tari Mowindahako. Tari Mowindahako merupakan tarian adat daerah Sulawesi Tenggara. Tarian ini lebih bersifat eksklusif karena dilaksanakan hanya bagi golongan bangsawan atau anakia. Maksudnya tarian ini hanya dilaksanakan apabila suatu pinangan sudah diterima. Diadakannya tarian Mowindahako ini sebagai wujud rasa senang dan kebahagiaan atas diterima pinangat tersebut. Masyarakat setempat sering menyebut tari Mowindahoko ini dengan nama tarian membesara. beberapa orang menyatakan bahwa tarian ini sebenarnya hampir mirip dengan upacara adat perkawinan. 5. Tari Lariangi. Tarian khas Sulawesi Tenggara selanjutnya adalah Tari lariangi. Tarian ini merupakan tarian yang dipertunjukkan sebagai tarian pembukaan dalam sebuah acara pesta pertemuan sebagai wujud penghormatan. Seperti yang diketahui dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Sulawesi tenggara selalu ada apresiasi terhadap para tamu yang datang. Salah satunya dengan menyambut tamu dengan tarian Lariangi ini. Umumnya pada pementasan tarian Lariangi ini ditarikan oleh para penari wanita dan satu laki-laki. Perlu diingat bahwa tidak sembarang orang bisa menarikan tarian ini. Mengapa demikian? Hal tersebut karena tarian ini lebih sering dilakukan oleh para gadis yang berasal dari keturunan bangsawan. Belum diketahui apakah dengan perkembangan zaman yang semakin pesat ini, apakah tarian ini masih dianggap sakral dan dilakukan oleh orang tertentu saja. 6. Tari Gelangi. Selain Tari Mangalu, kesenian tari yang berasal dari kepulauan Buton Raya adalah tari Galangi. Di Sulawesi Tenggara, tarian ini sangat populer dan kental dengan sebutan yang bernuansa tarian perang dalam kerajaan. Tari Galangi sendiri merupakan sebuah tarian yang mengartikan sebuah ungkapan dan spontanitas gerakan dalam bentuk tarian yang mewujudkan bagaimana cara menghadapi musuh. Jika dilihat, ada sebelas kelompok pada Tarian Galangi ini yang mana terdiri dari beberapa kelompok. Pada masing-masing kelompok terdiri dari tujuh orang. berdasarkan sejarah dari Tari Gelangi, kelompok-kelompok tersebut memiliki tugas untuk mempertahankan kesultanan atau kerajaan jika ada serangan musuh. Namun apabila dalam kondisi aman, masing-masing kelompok dalam tarian Gelangi ini memiliki tugas yang berbeda-beda. 7. Tari Moida-Ida. Tari Moida-ida merupakan tarian khas Sulawesi Tenggara selanjutnya uang juga sangat populer. Tarian ini umumnya diiringi dengan nyanyian dan juga alat musik tradisional. Sedangkan bagian penarinya terdiri dari beberapa orang yang berkumpul membentuk lingkaran yang mana masing-masing berpegangan pada seutas sehingga seperti membentuk cincin. Jika dilihat pada sisi bagian atas, penampakan cincin akan sangat jelas terlihat oleh penonton yang menyaksikannya. sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa maksud dari cerita cincin yang dihadirkan pada tarian tradisional ini. Namun beberapa cerita menyebutkan bahwa maksud dari makna cincin pada cerita ini menggambarkan seorang pria yang hendak ingin melamar wanitanya dengan menggunakan cincin. Baca juga Pakaian Adat Sulawesi Utara 8. Tari Lumense. Tari Lumense ini merupakan tarian yang berasal dari Sulawesi Tenggara tepatnya berasal dari kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana. Arti dari tarian ini yaitu untuk pemujaan kepada para Dewa. Umumnya tarian ini sering dipersembahkan ketika upacara penyambutan tamu persta-persta rakyat yang ada di Kabupaten Bombana. Kata Lumense sendiri berasal dari kata Lume yang memiliki arti terbang. Sedangkan mense memiliki arti tinggi, oleh karenanya Lumense memiliki arti terbang tinggi. 9. Tari Dinggu. Tari Dinggu merupakan tarian tradisional dari Provinsi Sulawesi Tenggara yang mana merupakan tarian rakyat yang kaya akan makna. Tarian ini menggambarkan sifat kegotong-royongan masyarakat daru suku bangsa Tolaki. Gotong royong yang dimaksud yakni sifat gotong royong yang dilakukan ketika musim panen padi tiba. Umumnya tarian ini ditampilkan oleh para penari wanita dan lagi yang menggunakan kostum atau busana petani pada zaman dulu. Berdasarkan cerita sejarah, tarian ini muncul berawal dari kebiasaan dari masyarakat Tolaki yang melakukan panen padi dengan cara bergotong-royong. Mulai dari aktivitas memetik hingga membawa semua hasil panen padi ke rumah. Setelah kegiatan panen padi selesai dan sudah terkumpul semuanya, maka akan diadakan acara modinggu. Modinggu merupakan kegiatan menumbuk padi hasil panen yang dilakukan secara bersama-sama oleh para muda mudi. Nah demikian beberapa informasi singkat terkait tarian Sulawesi Tenggara dan gambarnya dari daerah Sulawesi Tenggara. Bagaimana sangat menarik dan beragam sekali budaya yang ada di Indonesia, bukan? Semoga informasi terkait kesenian tari di atas memberikan manfaat kepada para pembaca dan agar kedepannya tetap mau menjaga budaya Indonesia yang begitu menarik tersebut. Penampilantarian ini dalam acara hiburan bertujuan untuk menunjukkan kesenian khas dari Sulawesi Selatan. Para penari selain menggunakan pakaian yang menarik juga menggunakan berbagai aksesoris. Misalnya konde tusuk emas, gelang, anting dan kalung. Gambar Tari Kipas Pakarena Tarian Sulawesi Tengah – Dibandingkan beberapa provinsi lain pulau Sulawesi, sulawesi tengah adalah provinsi yang memiliki wilayah paling luas. Wilayah tersebut dihuni oleh berbagai macam suku bangsa yang heterogen sehingga memunculkan berbagai kebudayaan yang berbeda. Salah satu kekayaan budaya di Sulawesi Tengah adalah dengan tari-tarian tradisional yang akan dijelaskan di bawah ini. Tarian Sulawesi Tengah 1. Tari Dero atau Tari Tarian Adat Tari Tari Tari Tari Tari Tari Tari Posisani. Tarian Sulawesi Tengah 1. Tari Dero atau Madero. Tari Dero atau Modero adalah tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Poso. Tari ini menjadi salah satu tradisi masyarakat di Suku Pamona yang masih dilestarikan hingga saat ini. masyarakat Suku Pamona menganggap bahwa tari Dero adalah sebuah tarian yang melambangkan suka cita dan kebahagiaan. Masyarakat setempat tarian ini adalah bentuk rasa syukur atas hasil panen yang didapatkan. Tari Dero mulai dikenal oleh masyarakat suku Pamona sejak mereka mengenal istilah bercocok tanam sebagai mata pencaharian mereka. bentuk tarian ini cukup sederhana yang pada umumnya dilakukan di lapangan yang luas. Hal tersebut karena jumlah peserta tarian yang banyak dan tidak dibatasi sehingga memerlukan tempat yang luas. Menariknya para penari akan mengajak para penonton untuk ikut menari sehingga siapapun dapat ikut bernari tanpa membutuhkan kemampuan khusus. Dalam teknis pelaksanaannya, penari akan membuat lingkaran sambil berpegangan tangan antara penari yang satu dengan yang lainnya. Setelah itu, para penari akan kompak menghentakkan kaki dengan pola dua kali ke kiri dan dua kali ke kanan. Gerakan yang dilakukan ini sesuai dengan irama atau nada pantun yang saling sahut-sahutan. Selain itu, tarian ini juga diiringi oleh alat musik tradisional yang dimainkan oleh para pemuda dan orang tua. 2. Tari Pamonte. Tari Pamonte adalah sebuah tarian yang menggambarkan kebiasaan para gadis suku Kaili saat menyambut musim panen tiba. Tarian ini akan ditampilkan oleh penari wanita dengan mengenakan pakaian petani pada umumnya. Sejarah mengatakan bahwa masyarakat setempat mulai mengenal tarian tersebut sejak tahun 1957. Tari tradisional Pamonte ini terinspirasi dari aktivitas gadis-gadis suku Kaili saat menyambut masa panen. Sejak zaman dahulu, mayoritas penduduk di suku Kaili berprofesi sebagai petani. Oleh karenanya mereka akan menyambut musim panen padi dengan suka cita. Dengan melihat kebiasaan tersebut maka Hasan M Bahasyua terinspirasi untuk menciptakan karya seni dengan nama Tari Pamonte. Lihat juga Tarian Sulawesi Tenggara 3. Tarian Adat Pontanu. Tari Pontanu merupakan tari tradisional yang berasal dari Donggala, Sulawesi Tengah. Pada umumnya, tarian ini diperankan oleh para wanita dengan gerakan yang menggambarkan aktivitas menenun Sarung Donggala. Pontanu diambil dari bahasa setempat yang berarti menenun. Oleh karenanya, sesuai dengan nama tarian tersebut tari ini dimaknai sebagai wujud apresiasi terhadap penenun sarung di daerah Donggala. Selain itu, tarian ini juga berfungsi untuk memperkenalkan kain sarung yang menjadi khas daerah Donggala kepada masyarakat. 4. Tari Raigo. Tarian Sulawesi Tengah selanjutnya adalah tari Raigo yang berasal dari suku bangsa Rugawi. Tari ini menggambarkan ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang mereka dapatkan. hal ini juga melatarbelakangi gerakan tari serta ungkapan pemujaan terhadap Tuhan. Sayangnya, Suku Kulawi tidak dapat mengenal tulisan sehingga mengalami kendala dalam mewariskan budaya tersebut. Pewarisan budaya tari ini hanya dapat dilakukan secara lisan dan meniru tingkah laku yang hanya mengandalkan ingatan. Dengan begitu, tidak semua lapisan masyarakat mendapatkan keterampilan dan pengetahuan tentang tari Raigo. Tarian ini bukan hanya dalam bentuk hiburan saja, tetapi juga melaksanakan upacara adat di wilayah Kulawi atau Lembah bada. Dalam tarian tersebut terdapat lantunan syair yang mengiringi tarian yang sarat akan pesan moral. Tari Raigo ini juga menjadi bagian dari ungkapan budaya yang dilatarbelakangi religi dan emosi serta upacara adat yang ada di Indonesia. 5. Tari Balia. Tarian Sulawesi tengah dan penjelasannya tentang tari Balia adalah tarian tradisional yang sangat berkaitan dengan kepercayaan animisme. Tarian ini merupakan sebuah pemujaan terhadap benda keramat khususnya yang langsung berhubungan dengan pengobatan tradisional. Pengobatan yang dimaksud adalah pengobatan yang dilakukan kepada seseorang yang terkena pengaruh roh jahat. Kata balia yang dimaksudkan dalam tarian ini adalah tantang dia, dimana kata Bali sendiri memiliki arti tantang. Sedangkan kata ia bermakna dia sehingga arti secara khusus adalah melawan setan yang sudah menimbulkan penyakit dalam tubuh manusia. Balia juga dipandang sebagai prajurit kesehatan yang mampu memberantas atau menyembuhkan berbagai jenis penyakit . Dengan diiringi oleh irama pukulan musik tradisional, setan-setan yang mengganggu akan datang. 6. Tari Dopalak. Tari Dopalak adalah tarian tradisional Sulawesi Tengah yang umumnya ditarikan oleh 7 orang wanita. Salah satu dari penari tersebut akan berperan sebagai panglima atau biasa disebut dengan kepala penari. Sedangkan penari lainnya disebut dengan dayang-dayang. Dalam pentasnya tarian ini diiringi dengan alat musik kakula dan waktunya sekitar 7 menit. 7. Tari Jepeng. Tarian ini memiliki ajaran agama Islam yang sangat kental. Tarian ini dimainkan oleh para kaum dewasa secara berpasangan dalam acara khitanan, syukuran dan lain sebagainya. namun seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini sudah dikreasikan dengan budaya modern sehingga dapat dilakukan oleh kaum pria dan wanita. Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat tarian Sulawesi beserta gambarnya. Lihat juga Pakaian Adat Sulawesi Selatan 8. Tari Pepoinaya. Tari ini berfungsi sebagai ucapan syukur atas berbagai berkah dan karunia yang telah diberikan oleh sang pencipta. Tari ini bukan hanya menjadi ungkapan bahagia atas hasil panen yang mereka dapatkan tetapi juga untuk berbagai keberkahan dalam kehidupan mereka. namun sebenarnya tarian ini adalah sebuah pengembangan dari upacara adat masyarakat kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 9. Tari Anitu. Di daerah Donggala, tarian ini menjadi salah satu tarian paling khas di daerah tersebut. kata anitu dalam kesenian tari ini artinya adalah halus. Dalam pertunjukannya, tarian ini dimainkan oleh 6 orang wanita dengan formasi membentuk 2 deretan ke belakang. Kemudian formasi selanjutnya adalah 3 dibagian kiri dan 3 lagi dibagian kanan sehingga membentuk satu deretan berjajar. Untuk gerakan tangannya adalah gerakan membuka dan menutup telapak tangan seperti sedang menumbuk kemudian mengayunkan kedua tangan dan memegang ujung selendang. 10. Tari Posisani. Tarian di Sulawesi tengah yang terakhir adalah tari Posisani yaitu tarian pergaulan yang menggambarkan kegembiraan pada saat pesta. Posisani berarti perkenalan sehingga mereka akan bergembira sambil bernyanyi dan bernari. Uniknya, para gadis akan bernari dengan menggunakan kerincing kemudian berkenalan antara yang satu dengan yang lainnya. Pakaian yang dipakai dalam pertunjukan ini adalah menggunakan blus lengan panjang atau dalam bahasa setempat adalah baju Pasus berwarna merah jambu. Pada bagian lengan tangan, baju ini diaplikasikan dengan menggunakan kain berwarna biru dan bersulamkan benang emas dan menjadi pengganti dari gelang emas. Lihat juga Senjata Tradisional Sulawesi Utara Tarian Sulawesi Tengah menyimpan berbagai ciri khas tersendiri dan menggambarkan asal dari masing-masing daerah. Tugas kita sebagai generasi muda adalah mempertahankan dan melestarikan beraneka ragam budaya yang menjadi kekayaan negara tercinta kita, Indonesia. 10Tarian Tradisional Daerah Sulawesi Tenggara, Gambar dan Penjelasannya Oleh silontong Diposting pada Oktober 10, 2018 Tarian tradisional daerah Sulawesi Tenggara merupakan budaya Indonesia yang harus terus ada sampai kapan pun juga. Dari Sabang sampai Merauke, beraneka ragam seni tari yang dimiliki sebagai khazanah kekayaan budaya.
Tarian adat dari daerah Sulawesi Selatan sangat menarik untuk dibahas pada kesempatan kali ini. Pembahasan agar lebih lengkap maka kami hadirkan informasi terkait lainnya, seperti gambar dan penjelasannya yang ditemukan dari berbagai sumber. Tari yang ada di wilayah propinsi Sulawesi Selatan banyak mengandung pesan yang disampaikan secara tersirat mengenai realitas masyarakat setempat, baik kehidupan pribadi maupun sosial masyarakat. Sulawesi Selatan yang beribukotakan Kendari ini mempunyai kesenian tari tradisional yang bisa dibilang lengkap. Hanya saja volume pertunjukkannya ada yang mengalami penurunan intensitas. Tidak tahu apa penyebabnya, apakah karena invasi budaya asing atau memang lemahnya kesadaran generasi sekarang. Untuk pelestarian tari, maka dibutuhkan strategi yang tepat sasaran. Pemerintah dan masyarakat umum harus menjalin kerjasama yang baik demi eksistensi kebudayaan nusantara ini. Tarian Sulawesi Selatan datang dari daerah 15 kabupaten dan 2 kota, salah satunya kota Kendari. Ada isu pemekaran di daerah Sulawesi Tenggara menjadi dua propinsi. Namun sampai saat ini belum juga terealisasi. Mengulas kesenian tari yang ada di daerah – daerah, maka akan lebih baik jika melakukan perbandingan studi komparatif antara satu daerah dengan daerah yang lain. Karenanya, kami sudah menulis beberapa waktu yang lalu tentang tarian adat Sulawesi Barat, tarian adat Sulawesi Tengah dan tarian adat Sulawesi Utara serta tarian adat Sulawesi Selatan. Hal ini berguna untuk Anda yang ingin secara lengkap mengetahui kebudayaan tari yang ada di pulau Sulawesi. Beberapa Tarian Adat Daerah Sulawesi Tenggara Yang Pernah Ada 1. Tari Adat Dinggu 2. Tari Adat Mowindahako 3. Tari Adat Umoara 4. Tari Adat Malulo 5. Tari Adat Galangi 6. Tari Adat Lariangi 7. Tari Adat Lumense 8. Tari Adat Moida-ida 9. Tari Adat Balumpa 10. Tari Adat Mangaru 11. Tari Adat Lulo Akankah Tarian Adat Daerah Sulawesi Selatan Tetap Ada? Gallery 11+ Tarian Adat Daerah Sulawesi Tenggara, Video dan Gambar Serta PenjelasanRelated posts Beberapa Tarian Adat Daerah Sulawesi Tenggara Yang Pernah Ada Data berikut ini merupakan hasil rangkuman dari sumber – sumber yang kami dapatkan. Selamat menyimak! 1. Tari Adat Dinggu Tari Adat Dinggu Youtube Tari adat Dinggu adalah tarian rakyat yang menggambarkan sifat kegotongroyongan masyarakat Tolaki ketika musim panen padi. Pada umumnya, tarian ini ditampilkan oleh penari laki-laki dan wanita dengan memakai busana petani pada zaman dahulu. Merujuk pada sejarah, seni tari ini berawal dari kebiasaan masyarakat Tolaki yang melakukan panen padi dengan cara bergotong-royong. Usai proses panen padi selesai dan terkumpul semua, maka dilaksanakan sebuah acara Modinggu, yaitu bersama-sama menumbuk padi hasil panen. Proses ini melibatkan kaum pemuda dan pemudi yang ada. 2. Tari Adat Mowindahako Tari adat Mowindahako dilaksanakan hanya bagi bangsawan atau anakia, tidak semua lapisan masyarakat dapat melaksanakannya. Syarat pelaksanaannya apabila suatu pinangan mereka sudah diterima. Sebagai wujud rasa senang digelarlah tarian Mowindahako. Tarian ini persis dengan kegiatan pada saat upacara adat perkawinan. Seperti memakai kalo, siwole dan menirukan model percakapan antara juru bicara laki-laki dan perempuan. 3. Tari Adat Umoara Tari Adat Umoara Youtube Tari adat Umoara ialah salah satu tarian tradisional Sulawesi Tenggara yang identik dengan kepahlawanan. Ya, tari ini berupa tari perang yang ditarikan untuk menyambut tamu agung pada saat perkawinan para bangsawan dan mengantar jenazah bangsawan. Selain itu, ketika raja dilantik, maka tarian ini juga hadir dalam pertunjukkan. Pesan yang disampaikan dari tarian ini adalah ketangkasan, kewaspadaan dalam menyerang musuh, dan membela diri dalam pertempuran. 4. Tari Adat Malulo Tari Adat Malulo Telukbone Tarian adat Malulo pada mulanya merupakan tarian sakral dan penuh dalam perkembangannya Malulo saat ini menjadi tarian pergaulan atau tarian rakyat. Pertunjukkannya pun dilakukan dengan cara spontan pada setiap acara baik itu acara pesta ataupun acara-acara yang dilaksanakan oleh instansi-instansi pemerintah – swasta atau organisasi. Tari Malulo sangat digemari oleh suku bangsa Tolaki yang ditarikan pada waktu-waktu tertentu dengan jenis tarian Malulo tertentu pula. Momen yang sering dipakai untuk pertunjukkan tarian ialah saat usai panen atau bila terjangkit suatu wabah penyakit menular. Malulo Ore-Ore adalah salah satu jenis tarian yang diiringi bunyi-bunyian yang disebut Ore-Ore yang dibuat dari bambu. Sejatinya tarian ini ditarikan saat menjelang musim panen guna menghormati dewi panen berdasarkan keyakinan masyarakat setempat. 5. Tari Adat Galangi Tari Adat Galangi zonasultra Tari adat Galangi merupakan tarian yang asalnya dari kepulauan Buton Raya provinsi Sulawesi Tenggara. Tari ini khas dengan Tari Perang dalam Kerajaan/ Kesultanan Galangi menggambarkan pasukan melawan musuh dengan memakai senjata perang yang bernama Gala. Selain itu, dalam suasana damai tari ini juga digelar, hanya saja fungsinya sebagai kelengkapan kebesaran, keagungan serta kemulian Sultan. Tari ini dimainkan untuk mengiringi Sultan pada saat keluar istana dalam suatu tugas atau menyambut dan mengantar tamu Kesultanan. Jumlah penari pada tarian Galangi ini terdiri dari sebelas kelompok, pada tiap – tiap kelompok terdiri dari tujuh orang. Di zaman dahulu kelompok tersebut bertugas guna mempertahankan Kerajaan/ Kesultanan bila ada serangan dari luar. Sedang dalam keadaan aman, masing-masing kelompok mempunyai tugas yang berbeda-beda. 6. Tari Adat Lariangi Tari Adat Lariangi Kompas Tari adat Lariangi adalah tarian yang digelar dan fungsinya sebagai tari pembukaan suatu acara pesta pertemuan sebagai penghormatan terhadap tamu yang hadir. Tamu yang datang adalah dari kerajaan didaerah lain. Jumlah penarinya pun tidak banyak, beda dengan tarian lain. Pada tari Lariangi ini ditarikan oleh para penari wanita dan satu laki-laki. Ada syarat yang berat untuk jadi penarinya, yaitu haruslah para gadis keturunan bangsawan. 7. Tari Adat Lumense Tari Adat Lumense Kemdikbud Asal Tarian adat Lumense dari daerah kecamatan Kabaena, kabupaten Bombana. Peujaan terhadap sang dewa adalah makna dari tari ini. Tarian ini dipertontonkan pada upacara penyambutan tamu pesta-pesta rakyat di Kabupaten Bombana. Kata Lumense sendiri berasal dari kata Lume dalam bahasa daerah yang berarti “terbang” dan mense yang berarti “tinggi”, sehingga dapat disimpulkan Lumense mempunyai arti Terbang Tinggi. Pada zaman dahulu, tarian ini dilakukan pada ritual pe-olia, yaitu ritual penyembahan roh halus yang disebut kowonuano dengan cara menyajikan beraneka jenis makanan. Ritual ini bertujuan agar Kowonuoano berkenan mengusir bencana dan marabahaya. Tarian ini sering ditampilkan pada masa pemerintahan kesultanan Buton. 8. Tari Adat Moida-ida Tari adat Moida-ida ini saat pertunjukkanya diiringi dengan nyanyian dan alat musik tradisional. Para penari yang ditugaskan kemudian berkelompok dan berkumpul membentuk lingkaran. Masing – masing dari mereka saling berpegangan pada seutas tali sehingga membentuk cincin. Unik bukan? 9. Tari Adat Balumpa Tari Adat Balumpa Google Image Tari adat Balumpa merupakan tarian rakyat Buton dan Wakatobi Binongko, Sulawesi Tenggara untuk mengucapkan selamat datang kepada tamu agung. Tari ini merupakan tarian yang menggambarkan kegembiraan masyarakat nelayan Buton dan Wakatobi Binongko dalam menghadapi terjangan ombak dilaut demi menghidupi keluarga. Pada umumnya, tarian ini dimainkan oleh enam sampai delapan penari laki-laki dan perempuan secara berpasangan. Namun tarian ini juga dapat dilakukan oleh penari pasangan perempuan saja. Pada pertunjukkannya, penari Balumpa memakai busana adat Wakatobi dengan iringan musik gambus dan gendang serta iringan suara dendang biduan Balumpa. 10. Tari Adat Mangaru Tari adat Mangaru ialah tari tradisional yang asalnya dari Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Tarian ini menggambarkan keberanian laki-laki pada zaman dahulu saat berlaga di medan peperangan, yaitu bercerita tentang dua orang laki-laki yang sedang dalam medan peperangan. Para penari memperagakan gerakan-gerakan yang memperlihatkan kepada para penonton bagaimana kedua laki-laki yang saling beradu kekuatan dengan memakai sebilah keris yang dipegang. Agar lebih semarak, tari Mangaru diiringi oleh alat musik tradisional yaitu kansi-kansi, Mbololo gong dan dua buah gendang yang terbuat dari kulit binatang. Alat musik tradisional dimainkan oleh orang yang memang mahir dalam memainkannya berjumlah empat orang. Irama musik pengiring tari ini berbeda dengan musik pengiring tari yang lain walaupaun alat yang digunakan sama. Pada umumnya, Tari Mangaru dipertunjukan pada berbagai upacara dan acara-acara yang melibatkan banyak orang. Tarian ini memang sudah jadi budaya bagi masyarakat desa Konde sehingga sering dilaksanakan saat pesta panen tiba. Selain itu, fungsi tari ini yaitu untuk mengumpulkan warga kampung di satu tempat guna menjalin silaturahmi. 11. Tari Adat Lulo Tari Adat Lulo adalah tari yang berasal dari Tokotua, kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Tari Lulo ini digelar dalam rangka ritual adat karena melimpahnya rezeki yang didapat melalui hasill panen. Sebuah tari yang menyimbolkan tentang rasa syukur. Umur tari ini sudah lama, yaitu sejak zaman pemerintahan kerjaan kesultanan Buton, dimana beras sebagai hasil pertanian Tokotua untuk memperkuat pilar perekonomian Kesultanan Buton. Jumlah penari yang ditugaskan terdiri dari 12 orang yang dibagi dalam 2 kelompok. Delapan penari putra memegang alu Penumbuk Padi dan empat orang penari perempuan memegang nyiru sebagai alat penapis gabah, ditambah sapu tangan yang menggambarkan proses penapisan gabah. Ada pun kostum yang dipakai pada tari tersebut merupakan ciri khas Kabaena. Warna dominan pada pakaian adalah dasar hitam dan wama kekuning-kuningan serta kemerah-kemerahan. Saat pertunjukkan, banyak alat musik tradisional yang mengiringinya guna menghidupkan suasana. Salah satu alat musik yang dipakai adalah Kendang. Baca juga Tari Adat Maluku Akankah Tarian Adat Daerah Sulawesi Selatan Tetap Ada? Pertanyaan ini harus kita sampaikan, mengapa? Karena sudah banyak budaya asli Indonesia yang tinggal sejarah. Padahal kita sebagai generasi yang mendapat warisan sejarah tinggal melestarikan saja, itu pun tidak bisa. Belum lagi ada tradisi Inondesia yang di klaim oleh negara tentangga dan kita tidak mampu menangkalnya. Sangat disayangkan. Untuk bertahannya eksistensi tarian Sulawesi Tenggara, maka mau tidak mau harus melibatkan pemerintah untuk pro aktif dalam kebijakannya. Persulit budaya asing masuk ke Indonesia atau proses imunitas dilakukan dengan cara yang efektif. Kita yakin pemerintah sudah tahu apa yang akan dilakukan. Hanya saja pemerintah mau atau tidak. Ini yang jadi persoalan. Masyarakat harus mengawal kinerja pemerintah. Semoga saja anak cucu kita di masa depan masih bisa mengenal dan menikmati apa saja budaya Indonesia. Bukan sebaliknya. Akhirnya kami meyakini para pembaca sudah mengenal tentang tarian adat daerah Sulawesi Tenggara. Jika mau menambahkan atau memberikan koreksi kepada kami, dengan senang hati kami menyambutkan. Saran, kritik atau masukan dapat disampaikan pada kolom komentar dibawah. Terima kasih sudah mampir. Gallery 11+ Tarian Adat Daerah Sulawesi Tenggara, Video dan Gambar Serta Penjelasan
TarianSulawesi Tenggara Lengkap Beserta Gambar & Penjelasannya, seperti Tari Dinggu, Lumense, Moida-Ida, Gelangi Lariangi Mowindahako, Malulo, Umoara & Mangaru
Tarian Sulawesi Utara – Sulawesi Utara merupakan provinsi yang memiliki suku dan etnis beragam seperti 4 suku mayoritas Suku Gorontalo, Suku Minahasa, Suku Sangihe Talaud dan juga Suku Bolaang Mangondow. Ada begitu banyak warisan budaya yang bisa diangkat dari daerah ini, namun dalam kesempatan ini akan kami jelaskan tentang beberapa tarian khas serta gambar tarian Sulawesi Utara untuk menambah wawasan anda seputar wawasan nusantara. Daftar Nama Tarian Sulawesi UtaraTari KabasaranTari KatriliTari MahambakTari TumatendenTari TatangesanTari PasasanggaramaTari MokosambeTari MaengketTari Gunde Tari Kabasaran Tari kabasaran merupakan tarian Sulawesi utara jenis tarian perang masyarakat Minahasa. Tari ini umumnya dilakukan para penari pria memakai baju perang lengkap dengan senjata seperti tombak, perisai dan juga pedang. Dari catatan sejarah, tarian daerah Sulawesi utara ini sering dilakukan prajurit Minahasa sebelum atau sepulang dari berperang. Para penarinya sendiri harus keturunan penari kabasaran sebelumnya sebab keluarga penari umumnya mempunyai senjata khusus yang akan diwariskan turun menurun. Karena sifat tari yang sakral, maka tari kabasaran tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Untuk sekarang, tari ini dikembangkan menjadi tari pada upacara adat, penyambutan dan juga acara budaya lain seperti penghormatan pada leluhur yang sudah gugur di medan perang. Nama tarian ini memiliki arti ayam jantan dimana bagi masyarakat Minahasa, ayam jantan adalah simbol keberanian atau kejantanan. Ini bisa dilihat dari wajah para penari yang menampilkan ekspresi garang dan gagah berani. Kata wasal yang disebut dengan kawasalan berarti menari seperti ayam jantan ketika sedang bertarung. Dengan berkembangnya bahasa Melayu Manado, maka kawasalan berubah menjadi kata kabasaran yang juga memiliki arti sama. Tari Katrili Tari katrili yang merupakan tarian dari Sulawesi Utara ini masuk dalam jenis tari pergaulan atau tari hiburan. Tarian akan dilakukan pria dan wanita yang menjadi perpaduan dari budaya Eropa dengan budaya Minahasa sehingga jika dilihat tampak seperti tarian modern namun sudah ada sejak dulu. Tari katrili menurut sejarah sudah ada sejak bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Sulawesi Utara untuk membeli hasil bumi. Karena hasil yang didapat sangat banyak, maka mereka merayakannya dengan menggelar pesta meriah serta tarian berpasangan antara pria dan wanita. Mereka juga mengajak pribumi khususnya Suku Minahasa untuk ikut dalam perayaan dan semakin lama menjadi kebiasaan para masyarakat meski bangsa Spanyol dan Portugis sudah pergi sehingga tercipta tari katrili yang diambil dari bahasa Eropa Quadrille. Tari Mahambak Tari mahambak merupakan tari tradisional anak Suku Bantik yang bersifat massal dan dilakukan penari pria dan wanita. Dalam tarian tradisional Sulawesi utara ini, para penari akan melakukan gerakan yang khas diiringi dengan nyanyian adat bertema persatuan dan kerukunan masyarakat Suku Bantik. Suku Bantik menurut sejarah terpencar di beberapa daerah Sulawesi Utara seperti Molas, Malalayang, Boyong serta daerah lain. Media komunikasi yang sulit saat itu membuat pertemuan menjadi hal yang berharga dan dirayakan dengan menari tarian mahambak. Tarian mahambak memiliki arti bergembira dan bersukacita yang juga mengandung nilai persatuan dan kebersamaan. Tari Tumatenden Nama tarian Sulawesi Utara selanjutnya adalah tari tumatenden yang diangkat dari cerita rakyat Minahasa. Tarian ini bercerita tentang kisah cinta seorang petani dengan bidadari yang kemudian dikemas dalam bentuk tarian diiringi dengan musik tradisional tanpa dialog. Jika dilihat dari fungsi, tarian ini berguna sebagai hiburan atau pertunjukkan masyarakat, Gerakan dalam tarian memberi gambaran tentang kehidupan dalam cerita sehingga bisa lebih mudah dimengerti sekaligus dinikmati. Tari Tatangesan Tari tatangesan adalah tarian di Sulawesi Utara yang bercerita tentang perjuangan masyarakat desa ketika melawan bajak laut Mindanou yang datang dari perairan Filipina. Bajak laut tersebut sering mengganggu aktivitas masyarakat sehingga semangat untuk melawan para bajak laut dikobarkan dengan syair dan lagu berjudul kiting kiting. Gerakan dalam tarian ini merupakan perpaduan unsur nilai sejarah dengan tradisi kebudayaan masyarakat Minahasa yang dituang dalam 9 karakteristik gerakan berpadu dengan musik etnis khas Minahasa dengan pola komposisi dasar 3 nada. Tarian biasanya dilakukan 9 orang atau lebih oleh wanita dan pria dengan iringan alat musik seperti suling bambu, kolintang, tambur, momongan dan juga tetengkoren. Tari Pasasanggarama Ini merupakan tarian di Sulawesi utara yang lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Talaud. Tarian tradisional ini diangkat dari cerita masyarakat Talaud untuk menggambarkan tatanan hidup sosial dulu kala sehingga terkenal dengan semboyan kebersamaan, sansiote sampate pate”. Unsur kebersamaan kemudian diekspresikan dalam gerakan dari para penari beserta musiknya. Kata pasasanggarama sendiri berarti saling memberikan tumpangan antara yang satu dengan yang lain. Ketika ditampilkan, tarian Sulawesi utara ini dilakukan 24 pasang pria dan wanita yang diiringi alat musik tradisional seperti tambur, gitar dan keroncong. Tari Mokosambe Tarian asal Sulawesi Utara ini berasal dari Bolaang Mengondow yang diciptakan Hazard Simanon dan sumbe cerita rakyat Bapak Bernard Ginupit. Tarian ini diangkat dari kisah 7 putri atau bidadari yang turun dari khayangan untuk mandi di lereng Gunung Kamasaan di Kec. Sang Tombolang Bolaang Mongondow. Salah satu sayap dari putri tersebut direbut putra Raja bernama Mokosambe sehingga putri bernama Bua Poyandi tidak bisa kembali ke khayangan. Putri kemudian dipersunting Mokosambe dan ada juga penghuni goa yang ternyata memiliki niat sama untuk mempersunting putri bungsu dan akhirnya kisah tersebut dijadikan sebuah tari bernama tari mokosambe. Tari Maengket Tarian maengket Sulawesi Utara lebih tepatnya berasal dari Manado dimana maengket berarti engket yakni mengangkat tumit kaki naik turun. Dengan tambahan ma di depan kata engket, maka bisa diartikan sebagai menari dengan naik dan turun. Ini menjadi tarian tradisi masyarakat Minahasa yang masih ada hingga sekarang dan sudah dikenal sejak masyarakat Minahasa mengenal pertanian. Dulu tari ini dilakukan ketika panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Tari maengket terdiri dari 3 babak yakni Maowey Kamberu, Marambak dan juga Lalayaan. Maowey kamberu merupakan tarian yang dilakukan untuk ucapan syukur atas panen berlimpah. Sedangkan marambak merupakan tarian yang memperlihatkan semangat bergotong royong sekaligus menjadi lambang muda mudi Minahasa yang sedang mencari pasangan. Tari Gunde Tari gunde merupakan tarian Sulawesi utara lebih tepatnya dari daerah Sangihe yang biasa ditarikan oleh para wanita dengan gerakan khas serta musik tradisional. Dalam bahasa setempat, gunde memiliki arti pelan atau lambat yang terlihat dari gerakan lemah gemulai dalam tarian ini sebagai lambang kesucian dan kelembutan seorang wanita. Untuk masyarakat Sangihe, tarian ini menjadi tarian yang sakral dan memiliki filosofi tersendiri untuk mereka. Dulu tarian ini digunakan untuk penyembahan pada Genggona Langi yakni sang pencipta alam yang juga menjadi tarian istana karena sering dipertunjukkan di lingkungan istana. Para penari akan melewati proses seleksi sehingga hanya penari terbaik yang bis menarikan tarian daerah Sulawesi Utara ini dan harus masih gadis. Para penari nantinya akan memakai busana adat yang disebut dengan Laku Tepu terdiri dari baju panjang dan kain sarung khas Sangihe. Untuk rambut akan digelung dan dihiasi dengan mahkota kecil. Sementara untuk aksesoris menggunakan anting, gelang, kalung dan kain selempang serta membawa sapu tangan selama melakukan gerakan tarian.
Berikutkita bahas tarian tradisional daerah Sulawesi Selatan satu persatu. Daftar Isi 1. Tari Pakkuru Sumange 2. Tari Kipas Pakarena 3. Tari Pattennung 4. Tari Ma'Gellu 5. Tari Pa'Pangngan 6. Tari Gandrang Bulo 7. Tari Bosara 8. Tari Tradisional Pajoge 9. Tari Ma'randing 10. Tari Manimbong 11. Tari Ma'badong 1. Tari Pakkuru Sumange
- Tari Dinggu merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Tari Dinggu adalah tarian rakyat yang menggambarkan mengenai suasana serta aktivitas masyarakat ketika musim panen. Dikutip dari buku Tari Dinggu Dulu dan Sekarang Tari Masyarakat Petani Suku Tolaki di Bumi Sulawesi Tenggara 2018 karya Anthi Max, tari Dinggu adalah salah satu tari tradisional Suku Tolaki yang kemudian dikemas dalam kreasi baru khususnya di daerah Kerajaan Mekongga berada di Kabupaten Kolaka.Di mana tarian tersebut menceritakan tentang suku cita petani ketika menyambut dan melaksanakan panen padi di sawah. Tari Dinggu adalah suatu tari yang energik dan ceria menggambarkan betapa semangatnya petani memanen padi berkat keberadaan Dewi Padi atau Dewi Sri Sanggole Mbae. Di mana memberikan keberkahan atau usaha yang dilakukan serta dipercaya menjaga kesuburan juga Tari Kabasaran, Tarian Perang Khas Minahasa Melalui tarian tradisional tersebut para petani juga memberikan rasa syukur atas limpahan panen yang diterima. Lewat tari Dinggu juga, masyarakat bisa melihat secara tidak langsung visual kehidupan petani pada suku Tolaki pada zaman dahulu. Gerak tari Dinggu Tari Dinggu memiliki gerakan yang penuh semangat dan kekompakan. Di mana bisa dilihat melalui gerakan penari ketika menumbuk lesung dan alu secara bersamaan. Variasi gerakan yang beragam membuat penonton terkesima dengan permainan alu dan lesung secara apik. Pakaianadat Sulawesi Barat dari berbagai suku spt: Suku Mandar, Suku Toraja dll. mengandung makna yang dalam. Berikut ini gambar pakaian adat suku Mandar dan penjelasannya. atau tarian, para wanita di Toraja yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga mengenakan baju Pokko dengan dipadukan beberapa macam aksesoris. Kain Tenun Khas
Tarian adat daerah Sulawesi Selatan Makassar dan keterangan penjelasan serta gambarnya merupakan informasi yang penting untuk disampaikan kepada para pembaca yang budiman, pembaca yang cinta akan budaya Indonesia. Dengan penjelasannya, Anda akan mudah memahami dan dengan gambar, Anda mendapatkan gambaran yang jelas mengenai contoh – contoh tari yang ada propinsi Sulawesi Selatan. Hari jadi kota Makassar yang dikenal sebagai ibu kota Sulawesi Selatan jatuh pada tanggal ‎19 Oktober‎ ‎1960 dan dampaknya banyak sejarah yang terjadi pula. Sejak saat itu, Makassar menjadi daerah yang memiliki ragam ciri khas, baik dari segi sosial masyarakat, suku dan budaya, agama dan peribadatan, perdagangan dan ekonomi serta kesenian daerah yang termasuk tarian adat di Sulawesi Selatan didalamnya.‎ Tari adat Sulawesi selatan tidak bisa dipisahkan dari kesatuan budaya nusantara. Yang harus dipahami adalah, tarian tersebut menjadi pelengkap dari tarian – tarian daerah lainnya, baik tarian yang ada di pulau Sulawesi dan di pula Sumatera serta Jawa, tidak ketinggalan juga pulau Kalimantan dan Papua. Ini yang membuat Indonesia – sebenarnya – adalah negara kaya, baik dari sisi sumber daya alam maupun kebudayaannya. Kekayaan ini tidak bisa diukur dari materi semata. Yang kemudian jadi pertanyaan, bagaimana dengan kekayaan pada sumber daya manusia Indonesia? Lain waktu kita bahas ya. Banyak pesan yang tersirat pada tarian daerah Sulawesi Selatan. Seyogyanya, fungsi seni tari menggambarkan tentang realitas masyarakat setempat. Atau dalam bahasa lain potret real masyarakat, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial. Bahkan tidak jarang tarian yang disajikan menyampaikan pesan tentang peperangan melawan musuh. Baca Alat Perang Tradisional Perlu kami samapikan kepada pembaca bawah kami sudah pernah menulis tarian dari daerah lain di blog ini, seperti tarian adat Sulawesi Utara dan tarian adat Sulawesi Barat serta tarian adat Sulawesi Tengah. Semuan informasitersebut saling melengkapi satu dengan yang lain. Karena – menurut kami – tidak lengkap rasanya wawasan kita jika hanya mengetahui tarian di daerah tertenti dan abai dengan tarian di daerah lain. Dengan mengetahui semuanya, maka wawasan kita semakin luas. Baiklah, selanjutnya kita akan bahas tentang poin perpoin terkait tarian adat daerah Sulawesi Selatan yang kami himpun dari berbagai macam sumber. Beberapa Kumpulan Tarian Adat Daerah Sulawesi Adat Pa’gellu2. Tari Adat Pajoge3. Tari Adat Pattennung4. Tari Adat Ma’Gellu5. Tari Adat Pa’Pangngan6. Tari Adat Gandrang Bulo7. Tari Adat Bosara8. Tari Adat Kipas Pakarena9. Tari Adat Ma’randing10. Tari Adat Pakkuru Sumange11. Tari Adat Ma’ Jumlah Penari Harus Lima Syair Lagu Badong12. Tari Adat ManimbongGallery 12 Tarian Adat Daerah Sulawesi Selatan, Penjelasan dan GambarnyaRelated posts Beberapa Kumpulan Tarian Adat Daerah Sulawesi Selatan Ada banyak sekali tarian daerah ini. Pada kesempatan kali ini kami hanya sampaikan beberapa saja dahulu dan akan kami lakukan penambahan dikemudian hari. Selamat membaca! Adat Pa’gellu Ilustrasi IndonesiaKaya Tari adat ini pada umumnya akan dipentaskan dalam rangkaian upacara adat Palgellu atau Ma’gellu, yaitu dalam bahasa setempat memiliki arti menari-nari dengan gembira, sambil tangan dan badan bergoyang dengan gemulai, meliuk-liuk lenggak-lenggok. Para hadirin yang datang juga tampak gembira menyaksikannya. Kegembiraan meliputi semua. Fungsu seni ari Pa’gellu’ dipertunjukkan pada saat upacara adat yang sifatnya gembira seperti syukuran rumah dan penyambutan para tamu yang datang dari luar daerah. 2. Tari Adat Pajoge Tari Adat Pajoge Blogger Pada umumnya tari Pajoge ditampilkan dalam istana atau kediaman kalangan ningrat. Penarinya adalah para gadis yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Awalnya tarian ini cuma bentuk hiburan bagi kaum lelaki. Para penonton, umumnya dari kalangan ningrat, duduk dalam lingkaran. Para penari menari melingkar. Saat pertunjukkannya, penari menari seorang diri sambil menyanyi dan mencari pasangannya di antara penonton. Kemudian penari akan memberi daun sirih kepada lelaki yang sudah dipilihnya. Lelaki tersebut lantas menari dengan sang gadis. Selain sebagai tarian hiburan, tarian ini alat komunikasi dan penghubung antara raja dan rakyat, untuk mendekatkan hubungan agar rakyat tetap cinta kepada rajanya dan sebaliknya. 3. Tari Adat Pattennung Tari Adat Pattennung Youtube Pesan Tari Patenung menceritakan tentang para wanita-wanita asal daerah Sulawesi Selatan yang sedang menenun. Ada pesan kesabaran dan ketekunan serta bagaimana gigihnya para perempuan Toraja Sulawesi Selatan yang menenun kumpulan benang menjadi sebuah kain. Adapun penari Pattennung mengenakan pakaian tradisional Sulawesi Selatan yaitu berupa baju Bodo panjang, lipaq sabbe sarung, curak lakba, serta hiasan bangkara, rante ma’bule, ponto. Adapun properti yang dipakai yaitu berupa sarung lempar. Kesenian daerah ini diiringi oleh iringan instrumen musik tradisional suling dan gendang guna menghidupkan suasana dalam pertunjukkan. 4. Tari Adat Ma’Gellu Tari Adat Ma’Gellu google Image Awalnya, Tarian Ma’gellu dikembangkan pada Distrik Pangalla’, sekitar 45 km ke arah Timur dari kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara yang terletak di provinsi Sulawesi Selatan. Pada umumnya tarian ini dipentaskan dalam acara upacara adat khusus yang disebut Ma’Bua’, yang berkaitan dengan upacara pentasbihan rumah adat Toraja/Tongkonan, atau keluarga penghuni tersebut telah melaksanakan upacara Rambu Solo’ yang sangat besar Rapasaan Sapu Randanan. Seiring berjalannya waktu, saat ini tarian Ma’gellu’ juga dipertunjukkan di upacara kegembiraan seperti pesta perkawinan, syukuran panen, dan acara penerimaan tamu terhormat. Fungsi dari tari adat bisa berubah dari waktu kewaktu. Hal disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya faktor geo sosial dan politik di suatu daerah. 5. Tari Adat Pa’Pangngan Tari Adat Pa’Pangngan blogger Tari adat Pa’pangngan adalah kesenian daerah Sulawesi Selatan yang dipraktekkan oleh gadis-gadis cantik memakai baju hitam atau gelap dan mengenakan ornamen khas Toraja seperti Kandaure. Pangngan Ma yaitu menari saat menerima tamu-tamu terhormat dan menyambut dengan kata-kata Tanda mo Pangngan Mali’ki. Arti dari Panggan yaitu Sirih dimana kata-kata dan penawaran sirih menunjukkan nilai ditempatkan pada kunjungan dan menegaskan bahwa para tamu telah diterima dan sekarang dianggap sebagai bagian dari masyarakat Toraja. Penawaran ini secara simbolis dinyatkan oleh masing-masing penari memegang sirih pangngan yang, dalam perjalanan tarian, ditempatkan dalam kantong di depan mereka. Kantong tersebut dikenakan oleh wanita lansia kebanyakan di desa-desa dan mengandung bahan untuk sirih mengunyah sirih pinang campuran. 6. Tari Adat Gandrang Bulo Tari Adat Gandrang Bulo WordPress Tari adat Gandrang Bulo termasuk kedalam tarian daerah Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu simbol bagi masyarakat Makassar. Pada umumnya, tari ini biasanya dilakukan saat ada pesta rakyat. Kata Gandrang asalnya dari dua kata, yaitu “gandrang” yang berarti tabuhan atau pukulan dan “bulo” yang berarti bambu. Tarian ini dikenal sebagai simbol keceriaan masyarakat karena didalamnya diselipkan berbagai humor. Akibat humor tersebut, para penonton banyak yang tertawa. Konon, Ganrang Bulo sejatinya sekadar tarian yang diiringi oleh alat musik tradisional gendang. Seiring berjalannya sang waktu, tarian ini diiringi pula lagu-lagu jenaka, dialog-dialog humor namun sarat kritik dan ditambah gerak tubuh yang mengundang tawa. Kadang pula diselipkan Tari Se’ru atau Tari Pepe Pepeka Ri Makka yang sering kali tampil sendiri di berbagai panggung pertunjukan. Meski demikian oleh masyarakat sekitar tetap saja ia dikenal sebagai bagian pertunjukan Ganrang Bulo. 7. Tari Adat Bosara Tari Adat Bosara Youtube Penampilan Tari Bosara ini dalam rangka menyambut tamu kehormatan yang datang. Di zaman dahulu kala, Tari Bosara ditontonkan untuk mengisi acara penting guna menjamu raja-raja dengan suguhan kue-kue tradisional sebanyak 2 kasera. Ternyata, selain berfungsi sebagai sarana menyambut tamu raja, tarian Bosara pun digelar pada berbagai pesta seperti pesta perkawinan. Kata Bosara sendiri menunjukan pada satu kesatuan utuh yang terbagi dalam piring, yang di atasnya di beri alas kain rajutan dari wol, kemudian ditempatkan piring di atasnya juga sebagai tempat kue dan tutup bosara. 8. Tari Adat Kipas Pakarena Tari Adat Kipas Pakarena Blogger Tari Kipas Pakarena yang satu ini merupakan salah satu tarian tradisional provinsi Sulawesi Selatan. Tari Pakarena asalnya dari daerah Goa. Para penari wanita yang membawakan tarian ini mengenakan busana adat dan menari dengan gerakannya yang khas serta memainkan kipas sebagai atribut menarinya secara serempak. Tari Kipas Pakarena ini sering digelar pada berbagai acara yang bersifat adat maupun hiburan, bahkan tari ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Sulawesi Selatan, khususnya di daerah Gowa. Pada pertunjukan Tari Kipas Pakarena sejatinya ditampilkan oleh 5-7 orang penari wanita. Dengan berbusana adat dan diiringi musik pengiring yang dimainkan dari alat musik tradisional yang disebut gondrong rinci. 9. Tari Adat Ma’randing Tari Adat Ma’randing Blogspot Tari Ma’randing merupakan tarian tradisional propinsi Sulawesi Selatan yang dipentaskan pada pemakaman besar biasanya orang dengan kasta tinggi. Kata Ma’randing berasal dari kata randing yang berarti “mulia ketika melewatkan”. Tari ini memamerkan kemampuan dalam menggunakan senjata tradisional Sulawesi Selatan dan menunjukkan keteguhan hati serta kekuatan seseorang yang meninggal selama hidupnya. Para penari mengenakan pakaian perang tradisional dan senjata. Kesenian ini secara mendasar adalah sebuah tari partriotik atau tari perang. Tarian Ma’randing diperankan oleh sekelompok orang yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang dan sejumlah ornamen. Ada makna tersirat banyak makna dari simbol yang ada. Perisai yang dibuat dari kulit kerbau bulalang menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang mempunyai peliharaan kerbau sendiri. Pedang doke, la’bo’ bulange, la’bo’ pinai, la’bo’ todolo menampilkan kesiapa untuk perang, yang menyimbolkan keberanian dalam melawan para mush di medan perang. 10. Tari Adat Pakkuru Sumange Tari Adat Pakkuru Sumange WordPress Tarian adat Pakkuru Sumange merupakan tarian khas Soppeng. Sumange itu sukma, jadi Pakkuru Sumange artinya memanggil sukma. Tarian ini menceritakan tentang kehidupan, supaya damai kehidupannya, tenang banyak rezekinya, diberkahi Tuhan. Pasalnya, tidak ada jaminan berlimpah rezeki tetapi tidak diberkahi Tuhan. Tarian ini umumnya dipentaskan sebagai tarian adat untuk menyambut tamu yang menggambarkan salam sejahtera bagi tamu yang datang dan tuan rumah serta mohon doa restu, lambang persahabatan dan keakraban. Pakkuru Sumange memiliki simbol tentang kehidupan, yakni kedamaian, rezeki yang banyak serta berkah dari Tuhan. Simbol ini dapat di lihat dari perlengkapan tariannya. 11. Tari Adat Ma’badong Tari Adat Ma’badong Youtube Ma’ Badong adalah salah satu tarian adat Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian Ma’ badong digelar pada upacara kematian Rambu Solo’ yang dilaksanakan secara berkelompok, para peserta pa’badong membentuk lingkaran dan saling berpegangan dengan mengaitkan jari kelingkingnya. Para peserta tari terdiri dari pria dan wanita setengah baya atau para orang tua dengan pemimpin Badong yang biasa disebut sebagai Indo’ Badong perempuan atau Ambe’ Badong laki-laki. Pemimpin Badong akan melantunkan syair Kadong Badong atau semacam riwayat hidup dari orang yang meninggal mulai dari lahir sampai ia wafat dengan memberikan kalimat-kalimat syair dan modus nada untuk dinyanyikan oleh semua kelompok penari sambil berbalas-balasan. Gerakannya pun mempunyai ritme tersendiri mengikuti syair dari badong yang dilantunkan. Syarat digelarnya Tari Badong Jumlah Penari Harus Lima Orang Tidak boleh lebih apalagi kurang. Jumlah ini sudah menjadi tradisi dari dahulu sampai sekarang. Harus ada kesepakatan bersama untuk mengurangi jumlah penari. Sampai tulisan ini diturunkan, kamitida tahu kenapa harus berjumlah lima orang. Syair Lagu Badong Yaitu syair yang sudah terstruktur sesuai dengan keempat fungsi ditambahkan dengan riwayat hidup dari orang yang meninggal. Tidak boleh syair yang di tampilkan adalah syair yang tidak selaras dengan adat yang berlaku. 12. Tari Adat Manimbong Tari Adat Manimbong Gosulsel Tarian Manimbong merupakan tari yang hanya ditampilkan secara khusus pada upacara adat Rambu Tuka’ oleh penari-penari pria. Sama halnya dengan tarian Rambu Tuka’ lainnya, tarian ini juga diselenggarakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pertunjukkannya, para penari mengenakan pakaian adat khusus yaitu Baju Pokko’ dan Seppa Tallu Buku yang berselempang kain antik. Tidak Cuma itu, mereka juga dilengkapi dengan parang kuno la’bo’ penai dan sejenis temeng bundar kecil yang bermotif ukiran Toraja. Baca juga Alat Musik Tradisional Indonesia Sekarang Anda sudah mengetahui apa saja tarian ada daerah Sulawesi Selatan. Berikan koreksi jika ada temukan kesalahan dalam penulisan artikel ini ya. Anda bisa menuliskannya di laman komentar yang posisinya dibawah. Gallery 12 Tarian Adat Daerah Sulawesi Selatan, Penjelasan dan Gambarnya
AdapunTari Legong yang cukup populer adalah Legong Lasem (Kraton) yang dimainkan oleh dua orang legong dan seorang condong. Selain ini, ada Tari Legong Jobog, Ledog Bawa, Kuntul, Sudarsana, Smaradahana dan lain-lain. 5. Tari Bungong Jeumpa (Aceh) Sumber Gambar: Mengenal Indonesia
Ilustrasi Mengenal Tari Pakarena, Seni Tari asal Sulawesi Selatan. Sumber adalah sebuah negara yang kaya akan keberagaman seni dan budayanya. Salah satu cabang seni pertunjukan yang beragam di Indonesia adalah seni tari. Seni tari tradisional pada masing-masing wilayah di Indonesia memiliki keunikannya tersendiri dengan berbagai gerakan, iringan tari, properti, dan pakaian tari yang mendapat pengaruh dari budaya daerah asal. Salah satu seni tari yang terkenal di Indonesia adalah Tari Pakarena yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan. Tari Pakarena adalah tarian yang terkenal karena keindahan dan keunikan gerakannya. Supaya lebih mengenal Tari Pakarena, kita akan membahas Tari Pakarena dalam artikel berikut ini. Ilustrasi Mengenal Tari Pakarena, Seni Tari asal Sulawesi Selatan. Sumber Tari Pakarena dari Sulawesi SelatanBerikut ini adalah penjelasan mengenai Tari Pakarena yang bersumber dari buku Seni Budaya dan Keterampilan SD 4 oleh Dedi Nurhadiat 2008 44-45.Tari Pakarena berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ada sebuah cerita di balik tarian ini, yaituPada suatu hari Bata Guru datang ke dunia. Dia mengajarkan kepada manusia tata cara kehidupan seperti bertani, bertenun, dan adat istiadat. Sebagai tanda terima kasih atas ajaran yang telah diberikan, manusia mempersembahkan tarian kepada Batara Guru. Tarian tersebut berisi tata cara kehidupan yang diajarkan Batara Guru kepada dari situs dalam pementasannya, Tari Pakarena dimainkan oleh 4 penari dengan diiringi alat musik berupa gandrang dan puik-puik. Gandrang adalah alat musik yang terbuat dari kepala drum sedangkan puik-puik adalah alat musik tiup yang mirip dengan seruling. Pakaian penari Pakarena terdiri atas simak-simak ikat lengan, tiger'ro tedong leher kerbau atau gelang panjang, gelang caddi gelang kecil, geno kalung, kipassa kipas, bunga warna-warni, baju baju pendek atau panjang, selendang, dan lipa sab'be kain sutra.Untuk hiasan kepalanya terdiri dari kutu-kutu semacam bando, bunga pute kuncup melati, sanggul simpolong tettong konde berdiri, dan bangkara anting-anting.Demikian penjelasan mengenai Tari Pakarena, seni tari asal Sulawesi Selatan. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai seni tari tradisional di Nusantara. Semoga kita semua dapat melestarikan kesenian tari tradisional sebagai bagian dari kekayaan tradisi di Indonesia. IND
TarianSulawesi Selatan beserta gambarnya yang akan kami ulas adalah tari pa'pangngan yang umumnya dilakukan para gadis cantik memakai pakaian gelap atau hitam serta ornamen khas Toraja seperti kandaure. Pangngan Ma adalah menari ketika menerima tamu kehormatan sekaligus menyambut kata kata Tana Mo Pangngan Mali'ki, yaitu: Kisorong sorong mati
- Setiap daerah memiliki tari tradisional yang berbeda-beda termasuk juga Provinsi Sulawesi Selatan. Menyumbang kekayaan budaya bangsa Indonesia, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki ragam tari yang masih lestari hingga juga Didik Nini Thowok Memadukan Tarian China dan Musik Hindu Beberapa tarian masih dipertunjukkan pada acara-acara khusus, maupun dipelajari di sekolah-sekolah. Baca juga Contoh Tarian beserta Pola Lantainya Berikut adalah ragam tari tradisional yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak juga Tari Hudoq Asal Dayak, Tarian Pengusir Hama Bernuansa Mistis 1. Tari Pa’bitte Passapu Tangkapan Layar YouTube/ Indonesia Tari Tari Pa?bitte Passapu yang ditarikan Sanggar Seni Budaya Turiolo Kajang. Melansir laman resmi Kemendikbud, Tari "Pa’bitte Passapu" adalah tarian adat Ammatoa Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tari ini biasa dipertunjukkan untuk menjemput tamu adat atau pada suatu acara pernikahan. Sejarah tari ini berasal dari kebiasaan kaum bangsawan Makassar di masa lalu yang gemar menyabung ayam. Pada masa lalu, sabung ayam juga digunakan sebagai ekspresi keberanian sekaligus arena untuk bertaruh. Namun sejak masuknya Islam, budaya sabung ayam dihilangkan dan digantikan dengan tarian ini.
1 Dengan mengamati gambar peserta didik mampu menyebutkan tarian di daerah Sulawesi 2. Melalui kegiatan diskusi peserta didik mampu membedakan setiap tarian daerah Sulawesi A. PENDAHULUAN ( alokasi waktu : 2 menit) 1. Memulai pembelajaran dengan memberikan salam dan menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa ( Orientasi ) 2. Tarian Sulawesi Selatan – Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang terletak di Pulau Sulawesi yang beribu kota di Makassar. Sulawesi Selatan mempunyai luas wilayah Km dengan kepandatan penduduk mencapai jiwa. Di daerah Sulawesi Selatan juga telah menyimpan ragam kuliner dan juga makanan khas yang dapat disantap maupun untuk destinasi tempat wisata yang dapat dikunjungi ketika berlibur. Sulawesi Selatan juga masih sangat kental dengan adat istiadat dan nilai-nilai budaya dengan beragam etnis atau suku yang berada di daerah Sulawesi Selatan ini. Nilai budaya dan juga adat dari Sulawesi Selatan salah satunya yaitu dari tarian tradisional. Dengan adanya penjelasa, dan gambar Anda akan mudah untuk memahami serta mendapatkan gambaran yang jelas tentang contoh-contoh tari yang ada di perovinsi Sulawesi Selatan. Hari jadi kota Makassar yang dikenal sebagai ibu kota Sulawesi Selatan jatuh pada tanggal 19 Oktober 1960 dan juga dampaknya banyak sejarah yang terjadi pula di wilayah tersebut. Sejak pada saat itu, Makassar menjadi daerah yang mempunyai ragam ciri khas, baik itu dari segi sosial masyarakat, suku, budaya, agama, peribadatan, perdagangan, ekonomi dan juga kesenian daerah yang termasuk tarian adat di Sulawesi Selatan didalamnya. Macam – macam Tarian Sulawesi Selatan1. Tari Adat Ma’badonga. Syarat digelarnya Tari Badong2. Syair Lagu Badong2. Tari Adat Ma’Gellu3. Tari Adat Pa’Pangngan4. Tari Adat Pa’gellu5. Tari Adat Pajoge6. Tari Adat Pattennung7. Tari Adat Gandrang Bulo8. Tari Adat Bosara9. Tari Adat Kipas PakarenaA. Properti Tari Kipas Pakarena10. Tari Adat Ma’randing11. Tari Adat Pakkuru Sumange12. Tari Adat ManimbongPenutup Macam – macam Tarian Sulawesi Selatan sumber Tarian adat Sulawesi Selatan tidak bisa dipisahkan dari kesatuan budaya nusantara. Yang harus dapat dipahami yaitu tarian tersebut menjadi pelengkap dari tarian-tarian daerah lainnya, baik tarian yang ada di Pulau Sulawesi dan juga pulau Sumatera bahkan di Jawa, tidak ketinggalan pulau pulau Kalimantan dan Papua. Ini yang dapat membuat Indonesia merupakan Negara kaya, baik dari sisi sumber daya alam maupun dari kebudayaannya. Kekayaan ini tidak dapat diukur dari materi semata. Yang kemudian menjadi sebuah pertanyaan, bagaimana dengan kekayaan pada sumber daya manusia Indonesia. Banyak sekali pesan yang tersirat pada tarian daerah Sulawesi Selatan. Fungsi dari seni tari ini yaitu untuk menggambarkan tentang realitas masyarakat setempat, atau dalam bahasa lain ppotret real masyarakat, baik di dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial. Bahkan tidak jarang tarian yang disajikan menyampaikan pesan tentang peperangan melawan para musuh. Baiklah, langsung saja kita akan membahas tentang tarian adat daerah Sulawesi Selatan yang sudah kami himpun dari berbagai macam sumber yang ada di media sosial. 1. Tari Adat Ma’badong sumber Tari Ma’badong merupakan salah satu tarian adat Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian Ma’Badong ini digelar pada upacara kemarian Rambu Solo’ yang telah dilaksanakan secara berkelompok, para peserta penari Ma’badong membentuk lingkaran dan juga saling berpegangan dengan mengaitkan jari kelingkingnya. Para peserta tari yang terdiri dari pria dan juga wanita setengah baya atau para orang tua dengan pemimpin Badong yang biasa disebut dnegan Indo’ Badong perempuan atau Ambe’ Badong laki-laki Pemimpin Badong akan melantunkan syair Kadong Badong0 atau semacam riwayat hidup dari orang yang sudah meniggal mulai dari lahir sampai ia wafat dengan cara memberikan kalimat-kalimat syari dan juga modus nada untuk dinyanyikan oleh semua kelompok penari sambil berbalas-balasan. Gerakannya pun memiliki ritme tersendiri yang mengikuti syair dari badong yang sudah dilantunkan tadi. a. Syarat digelarnya Tari Badong Berikut ini adalah syarat akan digelarnya tari Badong tersebut 1. Jumlah Penari Harus Lima Orang Tidak boleh lebih apalagi kurang dari lima orang. Jumlah inilah yang sudah menjadi sebuah tradisi dari dahulu hingga sekarang ini. Harus adanya kesepakatan bersama untuk mengurangi jumlah penari. Sampai tulisan ini diturunkan, kami tidak mengerti lagi kenapa harus berjumlah lima orang. 2. Syair Lagu Badong Adalah syair yang sudah terstruktur sesuai dengan keempat fungsi yang ditambahkan dengan riwayat hidup dari orang yang sudah meninggal. Tidak boleh syair yang di tampilkan yaitu syair yang tidak selaras dengan adat yang sudah berlaku. 2. Tari Adat Ma’Gellu Pada awalnya, tarian Ma’gellu ini dikembangakan pada Distrik Pangalla’, sekitar 45 km ke arah timur dari kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara yang terletak di provinsi Sulawesi Selatan. Biasanya tarian ini dapat dipentaskan dalam acara upacara adat khusus yang biasa disebut dnegan Ma’Bu’, yang berkaitan dengan upacara pentasbihan rumah adat Toraja atau Tongkonan, atau keluarga penghuni tersebut telah melakukan upacara Rambu Solo’ yang sangat besar atau Rapasaan Sapu Randanan. Seiring dengan berjalannya waktu, saat ini tarian Ma’gellu’ juga dapat dipertunjukan pada upacara kegembiraan misalnya pesta perkawinan, acara penerimaan tamu terhormat, dan juga syukuran panen. Fungsi dari tari adat ini dapat berubah dari waktu ke waktu. Hal ini dapat disebabkan banyak faktor yang telah mempengaruhinya. Salah satunya yaitu faktor geo sosial dan juga politik suatu daerah. Baca juga Upacara Adat Jawa Timur 3. Tari Adat Pa’Pangngan Tari adat Pa’pangngan merupakan salah satu kesenian daerah Sulawesi Selatan yang dipraktekkan oleh para gadis cantik yang mengenakan baju hitam atau gelap dan juga menggunakan ornamen khas Toraja misalnya Kandaure. Pangngan Ma adlaah menari pada saat menerima tamu-tamu terhormat dan juga untuk menyambut dengan kata-kata Tanda Mo Pangngan Mali’ki. Maksud dari Pangngan adalah Sirih dimana kata-kata dan juga penawaran sirih yang menunjukan nilai ditempatkan pada kunjungan dan juga menegaskan bahwa para tamu telah diterima dan sekarang sudah dianggap sebagai bagian dari masyarakat Toraja. Penawaran ini secara simbolis dinyatakan oleh masing-masing penari yang memegang sirih pangngan yang dalam perjalanan tarian, ditempatkan di dalam kantong di depan mereka. Kantong tersebut digunakan oleh wanita lansia kebanyakan di daerah desa-desa dan juga mengandung bahan untuk sirih menguyah sirih pinang campuran tersebut. 4. Tari Adat Pa’gellu Tari adat ini pada umumnya akan dapat dipentaskan di dalam rangkaian upacara adat Palgellu atau Ma’gellu, yakni di dalam bahasa setempat mempunyai arti menari-nari dengan gembira, sambil tangan dan juga badan bergoyang dengan gemulai, meliuk-liuk dan juga melenggak-lenggok. Para hadirin yang datang juga tampak gembira menyaksikannya, dan juga kegembiraan tersebut telah meliputi semuanya. Fungsi dari seni Pa’gellu yaitu dipertunjukan pada saat upacara adat yang sifatnya gembira misalnya syukuran rumah dan juga penyambutan para tamu yang datang dari luar daerah. 5. Tari Adat Pajoge Pada umumnya tari Pajoge ini dapat ditampilkan di istana atau kediaman kalangan ningrat. Penarinya yaitu pata gadis yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Asal mula tarian ini hanya bentuk hiburan bagi kaum lelaki. Para penonton, umumnya berasal dari kalangan ningrat, duduk dalam lingkaran, para penari akan menari melingkat. Pada saat pertunjukannya, penari menari dengan seorang diri sambil menyanyi dan juga mencari pasangannya di antara penonton tersebut. Kemudian penari akan memberikan dauh siirh kepada lelaki yang sudah dipilihnya. Lelaki tersebut lantas akan menari dengan sang gadis. Selain sebagai salah satu tarian hiburan, tarian ini juga menjadi alat komunikasi dan juga penghubung antara raja dan juga rakyat, untuk dapat mendekatkan hubungannya agar rakyat tetap cinta kepada rajanya dan juga sebaliknya. 6. Tari Adat Pattennung Pesan yang ada dari Tari Pattennung ini yaitu menceritakan tentang para wanita-wanita yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan yang sedang menenun. Ada sebuah pesan kesabaran dan juga ketekunan serta bagaimana gigihnya para perempuan Toraja Sulawesi Selatan yang menenun kumpulan benang menjadi sebuah kain. Adapun penari Pattennung ini memakai pakaian tradisional Sulawesi Selatan yakni berupa baju Bodo pandang, lipaq sabbe atau sarung, curak lakba, dan juga hiasan bengkara, rante ma’bule, ponto. Adapun beberapa properti yang digunakan adalah berupa sarung lempar. Kesenian daerah ini dapat diiringi dengan iringan instrument musik tradisional suling dan juga kendang untuk dapat menghidupkan suasana pertunjukan tari tersebut. Baca juga Ragam Gerak Tari 7. Tari Adat Gandrang Bulo Tarian adat Gandrang Bulo ini termasuk kedalam tarian daerah Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu simbol bagi seorang masyarakat Makassar. Pada umumnya, tari ini biasanya dilakukan pada saat ada pesta rakyat. Kata Gandrang sendiri berasal dari dua kata, yakni “gandrang” yang berarti tabuhan atau pukulan dan juga “bulo” yang berarti bambu. Tarian ini sudah dikenal sebagai simbol keceriaan dari masyarakat karena didalamnya telah diselipkan berbagai humor. Akibat humor tersebut, para penonton yang banyak tertawa. Konon, Gandrang Bulo ini sejatinya sekedar tarian yang diiringi oleh alat musik tradisional gendang. Seiring dengan berjalannya waktu, tarian ini diiringi pula lagu-lagu jenaka, dialog-dialog humor namun sarat sebuah kritik dan juga ditambah gerak tubuh yang mengundang tawa. Terkadang pula diselipkan tari Se’ru atau tari Pepe Pepeka Ri Makka yang sering kali tampil sendiri di berbagai panggung pertunjukan. Meskipun demikian oleh masyarakat sekitar tetap saja ia dikenal sebagai bagian dari pertunjukan Ganrang Bulo. 8. Tari Adat Bosara Penampilan dari Tari Bosara ini dalam rangka untuk menyambut tamu kehormatan yang akan datang. Pada zaman dahulu kala, tari Bosara ini ditontonkan untuk mengisi acara penting untuk menjamu raja-raja dengan beberapa suguhan kue-kue tradisional sebanyak 2 kasera. Ternyata, selain memiliki fungsi sebagai sarana menyambut tamu raja, tarian Bosara ini pun digelar pada berbagai pesta misalnya sebuah pesta perkawinan. Kata Bosara ini sendiri telah menunjukan pada satu kesatuan utuh yang telah terbagi dalam piring, yang di atasnya di berikan alas kain rajutan dari wol, kemudian ditempatkan piring diatasnya juga sebagai tempat kue dan juga tutup dari Bosara. 9. Tari Adat Kipas Pakarena Tari Kipas Pakarena yang satu ini adalah salah satu tarian tradisional provinsi Sulawesi Selatan. Tari Pakarena berasal dari daerah Goa. Para penari wanita yang membawakan tarian ini memakai busana adat dan juga menari dengan gerakannya yang begitu khas serta memainkan kipas sebagai atribut menarinya secara serempak. Tari Kipas Pakarena ini biasa digelar pada berbagai acara yang bersifat adat maupun sebuah hiburan, bahkan tarian ini telah menjadi salah satu daya tarik wisata di provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di daerah Gowa. Pada pertunjukan Tari Kipas Pakarena ini sejatinya ditampilkan oleh 5-7 orang penari wanita. Dengan berbusana adat dan juga diiringi musik pengiring yang dimainkan dari alat musik tradisional yang biasa disebut dengan gondrong rinci. A. Properti Tari Kipas Pakarena Tari Kipas Pakarena ini sendiri dimulai dengan kisah para penghuni negeri khayangan yang terpisah dengan penghuni bumi pada zaman dahulu kala. Sebelum berpisah, para penghuni khayangan mengajarkan beberapa gerakan yang lalu dipakai sebagai cara untuk mengucap syukur. Berikut ini adalah beberapa properti tari kipas pakarena yang digunakan adalah sebagai berikut a. KIPAS Namanya juga tari kipas pakarena, sudah pasti kipas menjadi salah salah satu properti tar kipas pakarena yang wajib ada. Tanpa kipas tari tersebut bukanlah menjadi nama tari kipas. Kipas ini dipakai oleh masing-masing para pemain yang terdiri dari 5-7 orang. Kipas yang dipakai juga cukup besar dengan warna yang cerah. Pada umumnya kipas yang dipakai yaitu yang berwarna merah. b. KALUNG Properti dari tari kipas pakarena yang kedua yaitu kalung. Kalung umumnya berwarna kuning emas, dengan beberapa hiasan yang berupa mutiara warna-warni pada bagian dalamnya. Properti ini sebagai sebuah perhiasan untuk menambah kecantikan para penari. c. GELANG Gelang juga adalah salah satu properti dari tari kipas pakarena. Gelang sendiri memang banyak digunakan di dalam berbagai macam tarian. Untuk gelang ini umumnya berwarna emas dengan ukiran-ukiran disemua bagainnya. d. BAJU PAHANG Pernah mendengan baju Pahang? Baju Pahang adalah sebuah tenunan tangan yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan itu sendiri. Baju Pahang adalah salah satu busana dan juga sudah menjadi properti dari tari kipas pakarena. Kesan unik akan didapat pada saat seorang penari menggunakan baju Pahang tersebut. e. LIPA’ SA’BE Lipa’ sa’be adalah salah satu properti yang mana merupakan sarung sutra khas Sulawesi Selatan. Sarung sutra dengan corak yang khas daerah Sulawesi Selatan tersebut. 10. Tari Adat Ma’randing Tari Ma’randing adalah salah satu tarian tradisional provinsi Sulawesi Selatan yang biasa dipentaskan pada acara pemakaman besar biasanya orang dengan kasta tinggi. Kata Ma’randing ini berasal dari kata randing yang berarti “mulia ketika melewatkan” Tarian ini memamerkan kemampuan dalam memakai senjata tradisional Sulawesi Selatan dan juga dapat menunjukan keteguhan hati dan kekuatan seseorang yang meninggal selama hidupnya. Para penari memakai pakaian perang tradisional dan juga senjata. Kesenian ini secara mendasar merupakan sebuah tari partriotik atau tari perang. Tarian Ma’randing ini diperankan oleh sekelompok orang yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang, dan juga sejumlah ornamen. Ada arti yang tersirat banyak makna dari simbol yang ada. Perisai yang dibuat dari kulit kerbau atau bulalang ini menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang memiliki peliharaan kerbau sendiri. Pedang doke, la’bo’ bulange, la’bo pinai, la’bo todolo yang dapat menampilkan kesiapan untuk perang, yang dapat menyimbolkan keberanian didalam melawan para musuh di medan perang. Baca Juga Tarian Jawa Tengah 11. Tari Adat Pakkuru Sumange Tarian adat Pakkuru Sumange ini adalah tarian khas Soppeng. Sumange itu sukma, jadi Pakkuru Sumange adalah memanggil sukma. Tarian ini dapat menceritakan tentang kehidupan, supaya damai kehidupannya, tenang banyak rezekinya, dan juga diberkahi oleh Tuhan. Pasalnya, tidak ada jaminan berlimpah rezeki akan tetapi tidak diberkahi oleh Tuhan. Tarian adat Pakkuru Sumange ini umumnya dipentaskan sebagai tarian adat untuk dapat menyambut tamu yang menggambarkan salam sejahtera bagi tamu yang datang dan juga tuan rumah serta mohon doa restu, lambang persahabatan dan juga keakraban. Pakkuru Sumange mempunyai simbol tentang kehidupan, yaitu sebuah kedamaian, rezeki yang banyak dan juga berkah dari Tuhan. Simbol ini dapat di lihat dari sebuah perlengkapan tarinya. 12. Tari Adat Manimbong Tarian Manimbong adalah salah satu tarian yang hanya dapat ditampilkan secara khusus pada upacara adat Rambu Tuka’ oleh para penari pria. Sama halnya dengan tarian Rambu Tuka’ lainnya, tarian ini juga dapat diselenggarakan untuk dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di dalam pertunjukannya, para penari memakai pakaian adat khusus yakni Baju Pokko’ dan juga Seppa Talli Buku yang berselempang kain antik. Tidak hanya itu, meraka juga dilengkapi dengan beberapa parang kuno atau la’bo’penai dan juga sejenis tameng bundar kecil yang bermotif ukiran toraja. Penutup Sekarang Anda sudah mengetahui apa saja tarianada yang ada di daerah Sulawesi Selatan. Berikan beberapa koreksi jika ada temukan beberapa kesalahan dalam penulisan artikel ini. Anda dapat menuliskannya di laman komentar yang posisinya dibawah. Sekian dan terimakasih. Tarian Sulawesi Selatan .
  • j1mqvz9viy.pages.dev/480
  • j1mqvz9viy.pages.dev/304
  • j1mqvz9viy.pages.dev/272
  • j1mqvz9viy.pages.dev/16
  • j1mqvz9viy.pages.dev/252
  • j1mqvz9viy.pages.dev/125
  • j1mqvz9viy.pages.dev/332
  • j1mqvz9viy.pages.dev/325
  • gambar tari dari sulawesi